0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

okezone
okezone - Wed, 14 Aug 2019 04:36
Dilihat: 36
Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

KETAPANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang berinisial HMU ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang terhadap pokok pikiran atau aspirasi dirinya sebagai anggota DPRD tahun anggaran 2017 dan 2018 di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Setelah penetapan ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Penetapan status tersangka Ketua DPRD Ketapang disampaikan langsung tim penyidik Kejari Ketapang saat press release di Aula Kantor Kejari Ketapang, Selasa (13/8/2019).

Ketua Tim Penyidik Kejari Ketapang, Monita mengatakan, penetapan Ketua DPRD Ketapang sebagai tersangka ini setelah pihaknya melakukan berbagai rangkaian penyidikan terkait adanya dugaan kasus gratifikasi dan penyalahgunaan kewenangan itu.

"Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap 53 orang saksi, saksi ahli serta beberapa dokumen sebagai barang bukti, maka Ketua DPRD Ketapang berinisial HMU ini kami tetapkan statusnya sebagai tersangka mulai hari ini. Ini sesuai bukti permulaan yang cukup," tegas Monita.

Ia melanjutkan, hasil penyidikan bahwa tersangka sendiri telah melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

"Modus yang dilakukan tersangka dengan menerima pemberiaan dari beberapa orang sehubungan dengan pokok pikirannya atau aspirasi sebagai DPRD Ketapang tahun anggaran 2017-2018," tuturnya.

Ia menambahkan, dari hasil gratifikasi atau penyalahgunaan kewenangannya tersebut, HMU diduga telah menerima uang dengan total keseluruhan sebanyak Rp4 miliar lebih. Uang tersebut didapat dari persentase 10-20% dari hasil pekerjaan proyek pokok pikirannya.

"HMU sebelumnya masih sebagai saksi dan sempat tidak memenuhi panggilan kita. Saat ini, pasca statusnya sebagai tersangka kita akan lakukan pemanggilan kembali dan jika tersangka tidak kooperatif maka kita akan lakukan penahanan paksa," kata dia.

Baca Juga: Mulai 17 Agustus Pasar Modern di Bogor Dilarang Pakai Kantong Plastik

Dikatakannya, penetapan Ketua DPRD Ketapang sebagai tersangka merupakan awal dari penyidikan pihaknya terhadap kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka lain jika dalam penyidikan kedepan ditemukan barang bukti dan petunjuk lain yang memenuhi syarat untuk dilanjutkan pada proses hukum.


"Dari barang bukti yang ada saat ini yang memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka sementara Ketua DPRD Ketapang. Intinya penyidikan tidak berhenti disini, kita akan dalami dan telusuri lagi kasus ini," tegasnya.

Sumber: okezone

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

Ketua DPRD Ketapang Jadi Tersangka Gratifikasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya