0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

okezone
okezone - Mon, 01 Jun 2020 11:34
Dilihat: 219
Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

JAKARTA - Kerusuhan bermotif rasial yang dipicu kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam, oleh petugas kepolisian kulit putih Minneapolis, Derek Chauvin telah mengguncang Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir. Situasi yang terjadi, selain mengejutkan, juga mempengaruhi citra Negeri Paman Sam yang selama ini dianggap sebagai yang terdepan dalam mengusung hak asai manusia (HAM).

Dosen Senior Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Evi Fitriani mengatakan, situasi yang terjadi di AS saat ini memperlihatkan standar ganda yang dijalankan Washington dalam berbagai isu terkait HAM.

Meski mengakui bahwa praktik HAM di AS relatif lebih baik dibandingkan banyak negara, mantan Pimpinan Departemen Hubungan Internasional FISIP UI itu mengatakan bahwa AS hanya menjadikan isu HAM sebagai senjata untuk menekan negara lain, namun kurang memperhatikan jika tidak bisa digunakan untuk keperluan itu.

"AS tidak peduli isu HAM kecuali bila (digunakan) untuk senjata menekan negara lain seperti yang Trump lakukan terhadap China dengan isu Hong Kong," ungkapnya dalam wawancara dengan Okezone, Senin (1/6/2020).

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa AS memiliki standar ganda dalam memandang isu HAM seperti yang terihat dalam isu Palestina-Israel.

"AS selalu double standard (standar ganda) untuk masalah HAM Palestina yang ditekan Israel," ujarnya.

Menurut Evi, kedua hal itu: standar ganda dan penggunaan HAM sebagai senjata dalam kebijakan luar negeri AS untuk menekan negara yang belum tentu sejalan dalam HAM, adalah masalah yang telah lama terjadi.

Mengenai kerusuhan bermotif rasial yang terjadi di AS sendiri, Evi menduga hal itu terjadi karena beberapa faktor, terutama dipicu oleh kemuakan masyarakat AS terhadap rasisme yang sudah semakin parah, kebijakan pemerintah yang tidak memihak warga kelas bawah, dan tekanan psikologis karena kondisi penguncian lockdown Covid-19 di AS.


Sejak pecah di Minneapolis pada Selasa (27/5/2020), kerusuhan di AS telah meluas ke berbagai kota dan negara bagian di negara itu, memaksa beberapa wilayah memberlakukan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan garda nasional. Demonstrasi memprotes kematian Floyd juga telah digelar di negara-negara lain termasuk Inggris dan Australia.

Sumber: okezone

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

Kerusuhan Bermotif Rasial Perlihatkan Standar Ganda Amerika Serikat dalam Isu HAM

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya