0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

INFOJAMBI
INFOJAMBI - Wed, 11 May 2022 11:17
Dilihat: 200
Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

- The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten, serta organisasi setempat meluncurkan sebuah program nota kesepahaman (MoU), untuk meningkatkan inklusi pekebun sawit dalam ekosistem berkelanjutan melalui skema sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Provinsi Jambi ditunjuk sebagai basis bagi proyek percontohan ini. Pada tahun 2021, data Kementerian Pertanian menunjukkan, jumlah pekebun swadaya di Jambi mencapai lebih dari 290.000 rumah tangga, sehingga menjadikannya sebagai provinsi dengan jumlah pekebun swadaya terbesar, setelah Riau dan Sumatera Selatan.

MoU ini menunjukkan adanya upaya bersama untuk mendukung agar lebih banyak pekebun swadaya yang terlibat dalam pasar sawit berkelanjutan, mengingat sedikitnya jumlah pekebun swadaya yang bersertifikat saat ini.

Menurut data Kementerian Pertanian, meskipun pekebun menggunakan 40 % dari total lahan pengembangan sawit di Indonesia untuk kegiatan produksi, tidak sampai 1 % pekebun swadaya yang sudah bersertifikat RSPO atau ISPO.

Program MoU ini menyediakan bantuan dan dukungan timbal balik untuk menerapkan sertifikasi ISPO bagi pekebun swadaya di Jambi, sekaligus mendukung pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Program MoU ini diumumkan pada 11 Mei 2022.

"Ini merupakan skema percontohan pertama RSPO yang memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk mendukung praktik berkelanjutan dalam produksi sawit oleh pekebun. Kami berharap ini dapat menanamkan konsep pelibatan yang nyata dan efektif," ujar Guntur Cahyo Prabowo, Senior Manager, RSPO Smallholder Programme Indonesia.

Dengan bekerjasama dengan pemerintah dan para pihak lainnya, termasuk skema, standar atau inisiatif nasional, dapat mengatasi hambatan struktural bagi para pekebun, sekaligus memastikan penegakan kebijakan yang konsisten untuk mendorong terjadinya perubahan berskala besar.

Melalui hubungan dengan pemerintah sebagaimana dikehendaki, RSPO berupaya menjembatani antara pemerintah beserta para pihak berkepentingan yang mempengaruhi kebijakan dengan sumber daya dan pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk memajukan kebijakan dan praktik sawit berkelanjutan yang bersertifikat.

Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, menyampaikan, sertifikasi ISPO di tingkat negara membuka jalan bagi produksi minyak sawit yang lebih berkelanjutan, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan adalah jalan ke depan untuk mendorong perubahan berkelanjutan yang sistemik dan meningkatkan daya saing perkelapasawitan Indonesia.

"Dengan semakin minimnya ketersediaan lahan, rendahnya hasil panen yang dicapai oleh pekebun swadaya saat ini memberikan peluang luar biasa untuk meningkatkan produksi minyak sawit bersertifikat secara signifikan dari area tanam yang sudah ada," tambah Agus Rizal, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

Kendala dalam Melakukan Inklusi Pekebun

RSPO dan ISPO memiliki kendala yang sama dalam memberikan insentif kepada pekebun untuk memproduksi sawit berkelanjutan yang bersertifikat. Salah satunya adalah persyaratan pendaftaran lahan secara resmi sebelum dilakukannya proses sertifikasi, di mana hal ini bergantung pada kapasitas dan sumber daya pihak ketiga yang membantu pekebun. Kendala lain yang menghambat pekebun swadaya dalam mengajukan sertifikasi adalah rumitnya persyaratan untuk mematuhi dokumen-dokumen legalitas lahan.

"Terlepas dari upaya yang saat ini masih dilakukan untuk melibatkan dan memberi insentif bagi pekebun agar mengadopsi standar keberlanjutan, hal ini belum cukup untuk mendorong terjadinya inklusi pekebun secara masif yang dibutuhkan dalam mencapai misi RSPO," ujar Guntur.

Dengan beralih dari pendekatan yang dapat digunakan untuk semua keadaan (one size fits all) ke strategi yang lebih terfokus dan berorientasi pada dampak, disertai model yang dirumuskan dengan baik dan terukur di kawasan-kawasan dan negara utama seperti Indonesia, RSPO hendak menyesuaikan jasa yang diberikannya kepada pekebun swadaya.

Menanggapi kendala ini, Dewan Gubernur RSPO meminta Sekretariat RSPO menjajaki potensi kerja sama dengan standar nasional. Sekretariat RSPO mengusulkan diberikannya dukungan teknis kepada petani agar dapat memperoleh sertifikat nasional karena dukungan ini membantu petani, khususnya di Indonesia, untuk bergabung dalam program yang memfasilitasi perolehan legalitas lahan.

ISPO telah memiliki kapasitas sendiri untuk mendukung petani dalam mendapatkan legalitas lahan untuk perkebunan sawit, tetapi kewenangannya masih dipegang oleh pemerintah daerah yang dalam hal ini masih memerlukan dukungan agar dapat memenuhi standar nasional.

Oleh karena itu, Dewan Gubernur RSPO telah menyetujui alokasi dukungan teknis kepada pekebun swadaya dengan menggunakan standar nasional. Penerapan program ini membutuhkan kerja sama berbagai pihak terkait di Indonesia untuk mendapatkan dukungan, termasuk di tingkat provinsi.

"Kolaborasi yang dilakukan dengan pemerintah daerah merupakan kunci untuk menciptakan keadaan yang dapat membantu mendorong peningkatan jumlah pekebun yang bisa memasuki sektor sawit yang berkelanjutan," ujar Guntur.

MoU ini bertujuan untuk membantu mendorong proses kerja sama agar pekebun dapat menerapkan agenda keberlanjutan dengan mendukung kepatuhan terhadap standar keberlanjutan nasional melalui sertifikasi ISPO.

Ia menambahkan bahwa dalam merancang MoU, terlihat jelas pemerintah
memegang kunci transformasi pasar, dan persyaratan hukum saat ini sangat membebani pekebun swadaya.

RSPO bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi yang akan memfasilitasi pengambilan data untuk memenuhi persyaratan legal pekebun, serta dengan Pemerintah Kabupaten Tebo, Tanjung Jabung Barat, dan Sarolangun, yang akan mengkoordinasikan penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPL).

Para pihak tersebut juga akan menyediakan fasilitator setempat untuk melatih dan membantu pekebun swadaya dalam menerapkan praktik perkebunan sawit yang sesuai dengan standar ISPO. LSM asal Jambi, SETARA, juga akan ikut mendukung penerapan praktik ini di tingkat lokal.

Manfaat bagi Pekebun

Pekebun swadaya bisa mendapatkan banyak manfaat dari program ini, termasuk alih pengetahuan, peningkatan kapasitas dan kemampuan dalam praktik pengelolaan perkebunan yang lebih baik sesuai persyaratan nasional dan internasional yang berlaku.

Manfaat ini meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan untuk bekerja bersama sebagai satu kelompok, sehingga dapat memberikan nilai bagi anggotanya, akses yang lebih baik terhadap sarana dan pelatihan yang memenuhi kebutuhan khusus anggota, menurunnya tingkat penolakan Tandan Buah Segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan menerapkan praktik produksi TBS yang lebih baik dan mematuhi persyaratan keberlanjutan sosial dan lingkungan, praktik panen yang lebih baik, penggunaan pupuk yang lebih efisien, pengelolaan limbah yang lebih baik, operasi perkebunan yang lebih efisien, dan menurunnya biaya untuk input pertanian.

"Pekebun swadaya dapat berperan penting dalam meningkatkan jasa ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati, yakni dengan meningkatkan kesehatan tanah, meminimalkan pencemaran udara, air dan tanah, mendukung kawasan yang dilindungi, menyediakan akses terhadap sumber daya, dan melindungi penanda budaya," jelas Guntur.

Ia juga berharap program ini dapat menunjukkan nilai komersial dari penerapan sertifikasi secara luas, dan keberhasilan pencapaian pekebun swadaya akan lebih memperkaya konsep keberlanjutan. Ke depannya, model kolaborasi yang berhasil mendukung pekebun dapat lebih dikembangkan dan disempurnakan, serta diperluas ke provinsi lainnya.

Guntur menyoroti bahwa peningkatan kegiatan dan investasi oleh Pemerintah dan dukungan dari pihak lain dalam mengatasi kendala penerapan praktik berkelanjutan akan menciptakan keadaan yang lebih baik dan pertumbuhan yang inklusif, mendorong lebih banyak partisipasi pekebun, dan meningkatkan luas lahan dan volume tandan buah sawit (TBS) yang bersertifikat.

"Program ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan pelibatan efektif oleh pemerintah serta mewujudkan sentimen positif, kesadaran, dan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap RSPO dan standarnya," jelas Guntur.

PROGRAM PEKEBUN RSPO

RSPO aktif mendukung pekebun swadaya dalam memperoleh sertifikat. Pada bulan November 2019, diterbitkan Standar Pekebun Swadaya RSPO untuk memudahkan pekebun menjadi bagian dari sistem sertifikasi dan mendapatkan peran yang lebih inklusif di RSPO.

Pekebun swadaya yang telah memperoleh sertifikat ISPO diharapkan lebih mudah dalam memperoleh sertifikat RSPO, karena telah memenuhi persyaratan legalitas lahan. Hingga bulan Februari 2022, RSPO telah menerbitkan sertifikat berkelanjutan kepada 10.675 pekebun swadaya di Indonesia dengan total lahan seluas 26.191 ha. Dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan peningkatan 35% pada jumlah pekebun bersertifikat dan 39 % pada luas lahan bersertifikat. | DIN


Artikel Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan pertama kali tampil pada .

Sumber: INFOJAMBI

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

Kerja Sama RSPO-ISPO Kunci Menuju Inklusi, Pekebun dalam Ekosistem Sawit Berkelanjutan

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya