0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

okezone
okezone - Fri, 07 May 2021 09:12
Dilihat: 58
Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

Program vaksinasi nasional saat ini masih terus berjalan. Digelar pemerintah Indonesia dengan menggunakan beberapa jenis merek vaksin Covid-19 sekaligus.

Jenis vaksin Covid-19 yang masuk dan dipakai di Indonesia antara lain Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca. Meski masing-masing bekerja sebagai vaksin untuk melawan infeksi Covid-19, namun sedikit banyak ada perbedaan di antara ketiga jenis vaksin tersebut.

Apa saja perbedaan antara vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca? Menghimpun berbagai sumber, Jumat (7/5/2021) berikut ulasan singkatnya.

1. Kepemilikan

Sinovac dan Sinopharm sama-sama diproduksi oleh perusahaan bioteknologi asal Cina, Sinopharm atau China National Pharmaceutical Group Corp. adalah perusahaan milik negara di Cina. Sinopharm mengklaim sebagai produsen vaksin terbesar ke-6 di dunia, yang memproduksi semua vaksin untuk Program Vaksinasi Nasional China.

Sementara Sinovac adalah perusahaan swasta yang selama ini diketahui telah mengembangkan vaksin untuk influenza dan hepatitis. Menurut laporan Time, Sinovac adalah satu-satunya pengembang vaksin yang mencapai uji klinis Fase 1 selama wabah SARS pada 2002 hingga 2003, inilah yang kemungkinan membuat Sinovac lebih awal memulai pengembangan vaksinnya. Di sisi lain, AstraZeneca hadir dengan dua versi. Versi pertama adalah produksi AstraZeneca-SKBio dari Korea Selatan dan satu lagi adalah Oxford-AstraZeneca buatan Serum Institute of India, institut pembuat vaksin terbesar di dunia.

2. Tipe vaksin

Sinopharm dan Sinovac adalah tipe vaksin menggunakan virus Covid-19 yang dinonaktifkan atau dimatikan. Vaksin virus yang dilemahkan telah lama digunakan untuk inokulasi. Sementara vaksin AstraZeneca tipenya adalah dengan metode viral vector (virus termodifikasi secara genetik).

3. Efikasi

Untuk efikasi atau kemanjuran, Sinopharm mengumumkan bahwa vaksin produksinya memiliki efikasi hingag 79 persen, sementara Sinovac dari uji klinis di Brasil dinyatakan memiliki efikasi 50,4 persen dan di Indonesia sendiri diketahui efikasinya mencapai 65,3persen. Sedangkan AstraZeneca atau AZD1222 seperti yang tertera di laman resmi WHO, disebut memiliki tingkat efikasi 63,09 persen dalam melawan infeksi Covid-19.

4. Dosis


Baik Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca masing-masing hadir dengan dua dosis, alias pemakaiannya harus dua kali suntik. Sinovac dengan interval pada kelompok usia 18-59 tahun adalah 14 hari. Sedangkan untuk kelompok usia 60 dan lebih tua, pemberian vaksin dari dosis pertama ke dosis kedua berjarak 28 hari. Sementara vaksin AstraZeneca punya interval yang lebih panjang yaitu 8 hingga 12 pekan untuk semua kelompok penerima. Lain lagi dengan vaksin Sinopharm yang disebutkan memiliki jarak selama 21 hingga 28 hari dari suntikan dosis pertama ke suntikan dosis kedua.

Sumber: okezone

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

Kenali Perbedaan antara Vaksin Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya