0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

Nusabali
Nusabali - Mon, 23 May 2022 16:23
Dilihat: 41
Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat
Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan tiga tantangan pengembangan komoditas tersebut, yakni kelembagaan usaha masih lemah karena dikelola secara perorangan, produktivitas dan kualitas produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun koperasi masih rendah, serta kesulitan akses pembiayaan maupun pasar.

"Dari hulu, kami ingin melakukan penguatan kelembagaan usaha melalui korporatisasi petani kopi berbasis koperasi dan pengembangan model bisnis terintegrasi hulu-hilir dari mulai produksi, akses pembiayaan, rantai pasok, dan pemasarannya," ucap dia saat mengikuti acara di IPB Convention Center, Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Sabtu.

Hingga saat ini, komoditas kopi disebut telah menggerakkan kinerja UMKM dan koperasi dari sisi hulur maupun hilir. Hal ini dibuktikan dengan data yang menyatakan 96 persen perkebunan kopi Indonesia dikuasai oleh 1,3 juta petani, dan lebih dari 2.950 kedai kopi dikelola anak muda serta pelaku ekonomi kreatif.

"Di tengah pandemi, tiap-tiap negara tengah mencari keunggulan domestiknya masing-masing. Ini penting agar Indonesia tidak terus-menerus mengekor ke negara-negara maju," ujarnya.

Menurut Teten, kopi dan rempah adalah komoditas unggulan tanah air yang harus dikelola dengan baik, dikuasai inovasi teknologinya, mempunyai nilai tambah, menyejahterakan petani, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, pihaknya dikatakan sudah melakukan beberapa piloting terkait korporatisasi petani di sektor kopi. Salah satunya ialah Koperasi Produsen Baitul Qiradh Baburrayyan di Aceh Tengah yang diusahakan untuk menguasai pasar ekspor dengan menjual 345,6 ton kopi Arabica Gayo ke pasar Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini akan menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki akses penjualan kopi langsung ke Starbucks," kata Menkop.Dari sisi hilir, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong konsumsi kopi di dalam negeri terutama dari kalangan anak muda. Hal ini dilakukan dengan perluasan kedai kopi ke daerah kota lapis kedua (secondary city) yang melibatkan komunitas kreatif dan basis pesantren.

Berdasarkan riset Toffin dan Majalah MIX Marcoom pada tahun 2019, jumlah kedai kopi di Indonesia dinyatakan bertumbuh hingga 2.950 gerai dan angka tersebut mengalami kenaikan tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kopi telah disinergikan ke dalam prioritas 2022, yaitu pemulihan transformatif, di mana afirmasi 70 persen program kementerian untuk anak muda, perempuan dan usaha ramah lingkungan, termasuk kopi," ungkap Menteri Teten. *
Sumber: Nusabali

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

Kemenkop Dukung Pengembangan Kopi Rakyat

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya