0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

Republika Online
Republika Online - Fri, 21 Jan 2022 10:50
Dilihat: 72
Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

JAKARTA -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan, akan terus mengawasi penyelenggara sistem elektronik (PSE), menyikapi kasus peretasan yang menimpa Bank Indonesia (BI) baru-baru ini. Bocornya data BI itu beredar di dunia maya dan media sosial.

"Kementerian Kominfo sesuai amanat peraturan perundang-undangan akan terus melakukan pengawasan komitmen dan keseriusan PSE dalam melindungi data pribadi yang dikelolanya dengan memerhatikan kelayakan dan keandalan sistem pemrosesan data pribadi baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia," kata Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

BI pada Kamis (20/1) menyatakan, sedang menjalankan protokol mitigasi setelah upaya peretasan, yang terjadi bulan lalu. Mitigasi yang mereka lakukan saat ini berupa menyusun kebijakan standar dan ketahanan siber yang lebih ketat serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi peretasan berulang.

Kemenkominfo mengapresiasi upaya BI yang berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk verifikasi, pemulihan, audit dan mitigasi sistem elektronik bank sentral setelah upaya peretasan itu. Bersamaan dengan kasus itu, Kemenkominfo mendorong para penyelenggara sistem elektronik yang mengalami gangguan keamanan untuk melapor ke BSSN, pihak yang berwenang dalam urusan keamanan siber.

"Kementerian Kominfo turut mendorong para PSE yang mengalami gangguan keamanan pada sistem elektroniknya untuk dapat melakukan koordinasi dengan BSSN sebagai lembaga yang berwenang untuk merekomendasikan implementasi teknik keamanan siber, menerapkan ketentuan teknis siber, serta kewenangan lain terkait yang diatur oleh peraturan perundang-undangan," kata Dedy.

Informasi terkait peretasan data BI, menyebutkan bank sentral tersebut menjadi salah satu sasaran kelompok peretas ransomware Conti. Conti, dalam unggahan tersebut, memuat Bank Indonesia dalam daftar korban mereka dan menyertakan lampiran berupa berkas data sebesar 487,09 megabyte (MB). Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan sudah berkomunikasi dengan BI untuk menindaklanjuti kasus tersebut.


Berita Terkait
  • BSSN: Data Pasien Covid-19 Bocor Bukan dari PeduliLindungi
  • Kemenkominfo Siapkan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi di IKN Nusantara
  • Tren NFT Harusnya Dibarengi Literasi Digital
Berita Lainnya
  • Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor
  • Negosiasi Penentu Menlu Rusia dan Menlu AS Dilakukan Hari Ini

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

Kemenkominfo Awasi PSE Setelah Data Bank Indonesia Diretas dan Bocor

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya