0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

Republika Online
Republika Online - Sun, 13 Sep 2020 16:54
Dilihat: 156
Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai besok (14/9) kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator transportasi memperketat pengawasan protokol kesehatan dalam operasionalnya.

"Pengawasan yang ketat mulai dari keberangkatan, saat perjalanan, sampai di area kedatangan," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (13/9).

Dia menegaskan, para operator prasarana dan sarana harus memastikan semua protokol yang telah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 (untuk transportasi darat), Nomor 12 ( untuk transportasi laut), Nomor 13 (untuk transportasi udara), dan Nomor 14 (untuk transportasi kereta api).

Selain itu, Adita menyampaikan, penumpang maupun petugas wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan operator wajib memastikan pembatasan kapasitas maksimal penumpang, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan pada sarana dan prasarana transportasi secara berkala untuk mencegah penularan Covid-19 di area transportasi publik.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, pembatasan jam operasional dan pembatasan kapasitas maksimal penumpang hingga 50 persen masih diterapkan di moda transportasi publik perkotaan seperti di Trans Jakarta, MRT, LRT Jakarta, KRL Jabodetabek, taksi, dan angkot. "Ketentuan untuk transportasi antarkota di semua sektor udara, laut, darat, dan kereta api juga masih sama," ungkap Adita.

Selanjutnya, penerapan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan pribadi juga ditiadakan dengan pembatasan kapasitas mobil pribadi dua orang perbaris. Adita mengatakan, sesuai dengan aturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketentuan tersebut tidak berlaku jika penumpang mobil pribadi berasal dari satu domisili yang sama.

Sedangkan untuk sepeda motor baik itu yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun ojek daring tetap diperbolehkan membawa penumpang. "Ini dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," ujar Adita.


Berita Terkait
  • IDI Jabar Minta Pemda Pertegas Sanksi Jika tak Mau PSBB Lagi
  • PSBB Lagi, Melanie Subono Serukan Ini untuk Masyarakat
  • Pilkada Perlu Ditunda di Daerah Pelanggar Protokol Covid-19
Berita Lainnya
  • PSBB DKI: Ojol Boleh Angkut Penumpang, Ganjil Genap Dihapus
  • Erick: Pemerintah Proaktif Sambut Perkembangan PSBB Jakarta

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

Kemenhub Minta Transportasi Perketat Protokol Kesehatan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya