0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

Republika Online
Republika Online - Fri, 21 Feb 2020 00:42
Dilihat: 25
Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

JAKARTA -- Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam mendorong agar terjadi pertukaran mahasiswa antarkampus di Tanah Air. Menurutnya, hal itu sudah banyak dilakukan dengan mitra perguruan tinggi di luar negeri.

Akan tetapi pertukaran mahasiswa di dalam negeri sendiri masih sangat sedikit. "Kegiatan pertukaran mahasiswa dengan skema full credit transfer merupakan salah satu jenis kegiatan yang diakomodir dalam salah satu kebijakan Kampus Merdeka," ujar Nizam di Jakarta, Kamis (20/2).

Melalui kebijakan Kampus Merdeka, ungkap Nizam, Kemendikbud mendorong lebih banyak lagi pertukaran mahasiswa antar perguruan di dalam negeri. "Dengan program belajar lintas kampus di dalam negeri diharapkan akan menambah wawasan mahasiswa tentang semangat Bhinneka Tunggal Ika serta memperkuat rasa persaudaraan lintas budaya dan suku," jelas dia.

Nizam menjelaskan untuk mendukung program pertukaran mahasiswa, pertama perguruan tinggi diharapkan mulai menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lain dalam bentuk konsorsium keilmuan.

Kemudian dapat merumuskan dan menyepakati pertukaran mahasiswa dengan skema full credit transfer. Perguruan tinggi kemudian dapat mengalokasikan kuota bersifat resiprokal untuk mahasiswa yang masuk sejumlah mahasiswa yang keluar.

Selanjutnya mahasiswa yang melakukan program pertukaran mengikuti mata kuliah yang setara dengan mata kuliah dan SKS di kampus asalnya.

Selain kegiatan pertukaran mahasiswa (baik dalam maupun luar negeri), jenis kegiatan yang dapat diambil sebagai bagian dari kebijakan Kampus Merdeka, antara lain magang, proyek/pengabdian di desa, mengajar di sekolah, penelitian, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen atau proyek kemanusiaan.

Pelaksana tugas Kepala LLDikti Wilayah III M Samsuri menyatakan dukungannya atas kebijakan Kampus Merdeka yang telah diluncurkan oleh Kemendikbud.

Samsuri mengatakan bahwa esensi dari kebijakan itu adalah untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi dan lulusannya. Oleh karena itu sistem pendataan lulusan perguruan tinggi sangat penting untuk mengukur tingkat keberhasilan sistem pendidikan tinggi.

"Prosesnya yang dibuat lebih mudah, tetapi mutu perguruan tinggi dan mutu lulusannya tetap menjadi prioritas. Pendataan menjadi sangat penting dan wajib setiap tahunnya dilakukan perguruan tinggi,"jelas Samsuri.



Berita Terkait
  • Kemendikbud: UU tentang Guru dan Dosen Perlu Direvisi
  • Kemendikbud: Kampus Merdeka Beri Nilai Tambah pada Mahasiswa
  • Pembayaran SPP via Gojek Bisa Munculkan Konflik Kepentingan
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

Kemendikbud Dorong Pertukaran Mahasiswa Antarkampus

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya