0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Republika Online
Republika Online - Wed, 05 May 2021 00:06
Dilihat: 49
Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

JAKARTA -- Kementerian Agama melalui jajarannya di kewilayahan akan memantau secara langsung perihal penerapan protokol kesehatan di masjid-masjid seiring dengan munculnya klaster penularan Covid-19 di Banyumas yang diduga berasal saat Shalat Tarawih. "Kami dari Kemenag akan melakukan pemantauan di lapangan. Mudah-mudahan ini (kasus di Banyumas, Red) menjadi perhatian kita semua," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Selasa (4/5).

Sebelumnya, Kementerian Agama meminta agar pengurus masjid memiliki petugas yang memantau penerapan protokol kesehatan seiring dengan dilonggarkannya kegiatan di masjid dalam masa pandemi, dengan kapasitas 50 persen. Kendati demikian, pelonggaran itu hanya berlaku di wilayah berzona hijau dan kuning. Sementara zona merah dan oranye dilarang melakukan kegiatan ibadah Ramadhan di masjid yang mengundang massa.

Perihal klaster di Banyumas, ia masih menunggu laporan dari kantor wilayah setempat apakah penerapan protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik atau tidak, atau mungkin DKM belum membentuk petugas pemantau protokol kesehatan. "Atau bagaimana petugas yang ditugasi protokol kesehatan itu ada atau tidak? Dan tentunya, pihak pemerintah daerah harus memberikan pengawasan juga," kata dia.

Ia menegaskan kepada semua pihak agar patuh terhadap seluruh kebijakan dari pemerintah demi mengakhiri pandemi Covid-19. Apabila tak ada kesadaran bersama untuk mengakhirinya,pandemi tak akan pernah tuntas."Kita sudah memberikan panduan dan itu sudah secara tegas meminta setiap pengurus masjid, DKM-nya, menyiapkan tenaga secara khusus ditugasi penerapan prokes di rumah ibadah tersebut. Dan itu kita tekankan terus-menerus," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Bimas Islam M Fuad Nasar meminta kepada pengurus masjid agar responsif dalam mengambil keputusan terutama soal membuka atau menutup kegiatan ibadah Ramadhan apabila di wilayahnya darurat Covid-19. "Misalkan, di suatu masjid atau mushalla diketahui terjadi penularan Covid-19 sampai angka yang mengkhawatirkan, maka harus ada keputusan yang cepat dan tegas dari pengurus masjid," kata Fuad.

Menurut dia, Kementerian Agama telah menerbitkan surat panduan beribadah selama masa pandemi Covid-19. Panduan ini yang menguraikan kelonggaran menjalani ibadah Ramadhan. Panduan tersebut mesti diikuti semua agar pandemi segera berakhir.


Berita Terkait
  • Zona Merah, Kegiatan di Kota Tasikmalaya akan Dibatasi
  • Zona Merah, Kegiatan di Kota Tasikmalaya akan Dibatasi
  • Kota Palembang Zona Merah Covid-19
Berita Lainnya
  • Hemat dan Pelit Beda Tipis, Benarkah? Ini Kata UlamaTurki
  • Covid-19 Selesai 2022, Epidemiolog: Terlalu Optimistis

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

Kemenag Pantau Penerapan Prokes di Masjid-masjid

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya