0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

inilahcom
inilahcom - Wed, 10 Jul 2019 11:30
Dilihat: 29
Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

Bantul - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengingatkan para petani untuk melakukan rekayasa komoditas. Guna mengantisipasi musim kemarau.

"Memang perlu antisipasi, dan kami dua -- tiga bulan lalu sudah keliling ke kelompok tani dengan para penyuluh, bagaimana agar mereka (petani) melakukan rekayasa komoditas," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Rabu (10/7/2019).

Pernyataan itu menanggapi adanya seluas 93 hektar tanaman padi atau sawah di beberapa kecamatan di Bantul yang dilaporkan mengalami puso, atau gagal panen karena kesulitan air irigasi akibat kekeringan dampak kemarau 2019.

Menurut dia, seharusnya para petani yang dulunya menerapkan pola tanam dengan komoditas padi-padi-padi, namun dengan kondisi cuaca sekarang ini bisa beralih ke palawija yang butuh air lebih sedikit dibanding padi, agar penggunaan air irigasi dalam satu tahun tersebut tidak ada masalah.

"Dengan kondisi cuaca seperti ini saya berharap ke arah palawija, jadi masih ada air sedikit dan sempat panen, tetapi kebanyakan petani karena sudah 'kulino' (kebiasaan) usai padi-padi tidak pernah mencoba ke komoditas non-padi, ini yang memang berakibat agak fatal," katanya.

Dia mengatakan, berbeda ketika tanaman palawija seperti jagung dan kacang dihadapkan pada situasi kemarau seperti sekarang ini cenderung bertahan dan kecil kemungkinan mengalami gagal panen sebab tetap bisa tumbuh dengan ketersediaan air yang sedikit.

"Itu yang pertama. Kemudian langkah kedua ya dengan pompa air, kalau tidak bisa ya jangan tanam karena kalau memang tidak ada air mau bagaimana lagi, supaya (tanaman) tidak puso, kalau tidak mau mengalami kerugian lebih baik tidak tanam," katanya.

Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Umi Fauziah mengatakan telah menerima laporan dari beberapa kecamatan terkait ancaman kekeringan pada lahan pertanian, bahkan diantaranya sudah mengalami puso.

"Total lahan pertanian yang puso seluas 93 hektare, di Pajangan ada lima hektare, Imogiri dua hektare, kemudian Dlingo seluas 85 hektare dan Kasihan satu hektare, kebanyakan yang kekeringan ini komoditasnya padi," katanya.

Menurut dia, sawah yang mengalami puso karena kekeringan itu letaknya di daerah dataran tinggi yang memang tidak memiliki saluran irigasi teknis dan hanya mengandalkan air hujan, sehingga saat musim kemarau ini lahan pertanian kesulitan pengairan. [tar]

Sumber: inilahcom

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

Kemarau Datang, Yogyakan Mulai Dilanda Gagal Panen

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya