0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

Republika Online
Republika Online - Fri, 21 Feb 2020 05:19
Dilihat: 26
Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

MAKASSAR -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi dan penyuluhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Makassar sebesar Rp 70 miliar. Pria berinisial HH itu menjabat sebagai Camat Rappocini, Makassar.

"Perkaranya sudah tahap dua (P-21) oleh penyidik Mabes Polri dan tersangkanya langsung kami tahan," ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Muh Idil, di Makassar, Kamis (20/2).

Ia mengatakan pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang buktinya dilakukan penyidik Mabes Polri, setelah penyelidikan dilakukan sejak setahun yang lalu. Dalam pelimpahan tahap dua itu, penyidik juga menyertakan dugaan kerugian negara yakni beberapa sitaan seperti uang dan lainnya.

"Waktu penyelidikan dan penyidikan di mabes tidak ditahan, tapi begitu kasusnya di tahap dua, langsung kami tahan karena itu kewenangan penyidik sesuai dengan unsur materiil dan subjektifnya," katanya pula.

Idil menyatakan penentuan tim jaksa penuntut umum (JPU) juga ditentukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan tim jaksa dari Kejati Sulsel hanya sebagai bagian dari tim yang membantu. "Kalau jaksanya nanti dari Kejagung yang tentukan, tapi kalau kami di Kejati Sulsel ini hanya sebatas back-up saja," katanya pula.

Sebelumnya, kasus dana sosialisasi oleh seluruh SKPD Pemkot Makassar di 15 kecamatan pada 2018 ini mencuat setelah 15 camat dinonaktifkan oleh Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto. Penonaktifan 15 camat ini juga terkait dengan beberapa kasus yang sebelumnya ditangani oleh Polda Sulsel dengan melibatkan beberapa pejabat lainnya.

Kasus ini sempat ditangani oleh Polda Suslel dan memeriksa sejumlah pejabat baik di lingkup Pemkot Makassar maupun DPRD Makassar, sebelum kasus tersebut diambil alih penanganannya ke Mabes Polri. Dalam kasus ini, negara diduga dirugikan sebesar Rp 20 miliar lebih sesuai dengan penghitungan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berita Terkait
  • Cegah Korupsi, Wanda: Pejabat Harus Teladani Rasulullah
  • Kesadaran Kolektif Perlu Dibangun untuk Melawan Korupsi
  • Ratu Atut Peras Anak Buahnya Rp 500 Juta
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

Kejati Sulsel Tahan Camat Rappocini, Makassar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya