0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

Nusabali
Nusabali - Thu, 22 Jul 2021 23:07
Dilihat: 41
Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir
"Akumulasi dari sembilan kejari kabupaten/kota untuk bidang pidana umum, dominan menangani perkara narkotika, lalu penggelapan, penipuan, pemalsuan dan ITE. Di tahap penuntutan ada 2.010 perkara, putusan 1.844 perkara, dan tahap eksekusi 1.833 perkara," kata Pelaksana Tugas Kepala Kejati (Kajati) Bali Hutama Wisnu saat konferensi pers di Kantor Kejati Bali, Kamis (22/7/2021).

Ia menjelaskan bahwa data tersebut terhitung sejak 23 Juli 2020 sampai 19 Juli 2021. Kemudian untuk kegiatan intelijen berupa penyuluhan dan penerangan hukum, melalui media elektronik, sekolah serta ke masyarakat langsung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hukum supaya masyarakat kenal hukum dan tidak melakukan pelanggaran hukum.

Selanjutnya bidang pidana khusus, ada beberapa kegiatan yang dilakukan baik penyidikan di kejati dan kejari. Untuk wilayah Kejati Bali terdiri dari penyidikan delapan perkara, lalu wilayah Denpasar satu perkara, Kabupaten Buleleng satu perkara, Kabupaten Jembrana satu perkara, Kabupaten Tabanan tiga perkara, Badung satu perkara, Gianyar dua perkara, Bangli tiga perkara, Karangasem tiga perkara, Klungkung satu perkara dan Cabang Klungkung satu perkara.

"Rata-rata masing-masing kejari sudah melakukan penyidikan, terhadap tindak pidana korupsi ada yang berkaitan dengan penyimpangan dalam pelaksanaan penggunaan anggaran, yaitu melakukan kegiatan pariwisata ada yang fiktif dan ada yang dilaksanakan tidak sebagaimana mestinya. Ada berkaitan dengan kredit dan ada tanah kejaksaan," katanya.

Dari pelaksanaan penyidikan tersebut telah dilakukan penyitaan keuangan negara, yaitu di Kabupaten Buleleng sebesar Rp 616.360.900, dan Kabupaten Tabanan sebesar Rp 356.810.350. Sehingga total pengembalian kerugian negara sebesar Rp 973.171.250.

Ia menambahkan bahwa saat ini Kejari Tabanan sedang menangani kasus tanah milik kejaksaan yang dilakukan penindakan, karena dikuasai dan dipergunakan oleh pihak ketiga. Namun, sebetulnya merupakan milik negara yaitu kejaksaan, dengan nilai Rp 14 miliar.

Hingga saat ini masih dalam proses penyidikan dan keterangan saksi-saksi serta tersangka. "Selain itu, Kejari Karangasem juga melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi pengadaan masker. Lalu, di Kabupaten Buleleng gratifikasi dan Dinas Pariwisata, kemudian di Kabupaten Bangli berkaitan dengan pembangunan GOR dengan total nilai sekitar Rp1,3 miliar," katanya pula. *ant

Sumber: Nusabali

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

Kejati Bali Ungkap Kasus Menonjol Setahun Terakhir

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya