0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

Republika Online
Republika Online - Tue, 18 Jun 2019 21:31
Dilihat: 26
Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

JAKARTA - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus kerusuhan di Jakarta yang terjadi pada 22 Mei lalu. "Sebanyak 14 SPDP sudah kami terima dengan 79 tersangka dari penyidik Polda Metro Jaya," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (18/6).

Pelaku diduga terlibat dalam tindak pidana kerusuhan di Jakarta, 21-22 Mei 2019. Para tersangka disangkakan melanggar lima pasal KUHP. Yaitu Pasal 170 KUHP, Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, Pasal 218 KUHP, Pasal 187 KUHP.

"Bahwa dengan diterimanya SPDP tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah menerbitkan surat perintah penunjukan Tim Jaksa Penuntut Umum yang beranggotakan 2 (dua) orang Jaksa untuk masing-masing SPDP dalam mengikuti perkembangan penyidikannya," kata Mukri.

Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, titik paling brutal terjadi di Petamburan. Di tempat tersebut, kerusuhan menyasar asrama satuan Brigadir Mobil (Brimob). Penyerangan di asrama Brimob, menyebabkan 25 mobil terbakar akibat serangan warga. Di asrama itu, kata Tito, ada anggota kepolisian dan keluarga. Tak menutup kemungkinan aksi penembakan diduga dilakukan oleh anggota kepolisian.

"Apakah sesuai SOP (standard operational procedure). Apakah eksesif (di luar ketentuan). Atau pembelaan diri," ujar Tito.

Namun, tak menutup kemungkinan pula tembakan mematikan ke arah korban berasal dari pihak lain yang sengaja membuat situasi rusuh. Sebab, kata Tito, sebelum kerusuhan 21-22 Mei, kepolisian berhasil menggagalkan dan menangkap tiga kelompok terpisah yang memiliki senjata api untuk digunakan dalam aksi 21-22 Mei.

Tiga kelompok tersebut pertama 15 orang dari Jawa Barat (Jabar) yang akan datang ke Jakarta dan diketahui membawa empat senjata api ilegal. Kelompok kedua, dengan penggagalan penyeludupan senjata api ilegal dari Aceh ke Jakarta yang dilakukan oleh Mayjen (Purn) Soenarko. Serta kelompok terakhir, penangkapan enam orang yang diketahui berkomplot dengan Mayjen (Purn) Kivlan Zein dalam rencana untuk aksi pembunuhan empat tokoh nasional.

"Kita tidak tuduh sebagai dalang (kerusuhan). Tetapi mengatakan bahwa ada pihak lain di luar petugas yang juga terindikasi akan menggunakan senjata api," kata Tito di Jakarta, Kamis (13/6).


Berita Terkait
  • Kivlan Jalani Konfrontasi dengan Saksi-Saksi Kasusnya
  • Sofyan Jacob Diperiksa 14 Jam
  • Laporan Kivlan Terhadap HK Ditolak Bareskrim
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

Kejaksaan Terima SPDP Kerusuhan 22 Mei

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri