0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

Republika Online
Republika Online - Tue, 18 Feb 2020 17:50
Dilihat: 29
Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejakgung) mengabarkan penangkapan Wakil Bupati (nonaktif) Kabupaten Sarmi, Papua Yosina Troce Insyaf. Kejakgung menangkapnya terkait kasus korupsi saat menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sarmi 2012-2013. Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura, bersama Kejakgung menangkapnya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Selasa (18/2).

"Yosine adalah terpidana dalam tindak pidana korupsi," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejakgung, Hari Setiyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (18/2).

Hari mengatakan, status terpidana Yosine, terkait dengan perkara korupsi pelaksanaan pembangunan bendungan irigasi SP II di Kabupaten Sarmi 2012. Dalam kasus korupsi tersebut, negara dirugikan senilai Rp 2,28 miliar.

Tuduhan korupsi terhadap Yosine, sebetulnya sudah putus saat peradilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Jayapura, Papua 2013. Akan tetapi, kasusnya berlanjut sampai tingkat banding.

Tetapi, persoalan hukum yang menerpa Yosine, tak mengambat politikus lokal kelahiran 1977 itu, mengikuti pemilihan kepala daerah. Pada Pilkada 2017, dia maju dan terpilih menjadi Wakil Bupati Sarmi 2017-2022 mendampingi Eduard Fonataba.

Namun pada 2018, kasus yang bergulir sejak 2012, berujung pada putusan kasasi. Mahkamah Agung (MA), menurut keterangan Hari, memutuskan Yosine bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dihukum empat tahun penjara, serta denda Rp 200 juta.

Status terpidana tersebut, mendesak Yosine mengundurkan diri. Pada 2019, Yosine resmi dinonaktifkan. Akan tetapi, sejak putusan MA tersebut, Kejaksaan tak dapat mengeksekusi putusan MA, dan menyatakan Yosine buron.

Hari menerangkan, status buron dan terpidana tersebut, membuat nama Yosine masuk dalam daftar program perburuan di seluruh kejaksaan negeri. Program bernama Tangkap Buronan (Tabur) tersebut, instruksi Kejaksaan Agung (Kejakgung) sejak 2018 yang mewajibkan masing-masing kejaksaan negeri di daerah, menangkap menimal satu buronan setiap bulannya.

Program tersebut, dikatakan Hari, sebagai aksi kejaksaan untuk memastikan penegakan hukum terhadap para buronan. Pada Selasa (18/2), tim Tabur Kejari Jayapura, dan dibantu tim Kejakgung, menangkap Yosine di sebuah apartemen di kawasan Pancoran, Pasar Minggu, Jaksel. Yosine adalah buronan ke-5 yang berhasil ditangkap dalam program Tabur Kejaksaan 2020.

Namun, menengok catatan, Hari menerangkan, saat ini kejaksaan sudah menangkap total 371 buronan di seluruh Indonesia sejak Tabur 2018. Jumlah tersebut, berasal dari penangkapan buronan sebanyak 207 orang periode 2018, dan 164 buronan pada 2019. Sementara, masih tercatat ratusan terpidana yang berstatus buronan kejaksaan di seluruh Indonesia.


Berita Terkait
  • MUI Lebak Ajak Masyarakat Perangi Korupsi
  • Kontras Dorong Langkah Konkret Sikapi Peristiwa Paniai
  • Penurunan Kemiskinan Hadapi 4 Tantangan, Korupsi Masuk
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

Kejakgung Tangkap Eks Wakil Bupati Sarmi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya