0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Republika Online
Republika Online - Thu, 02 Jul 2020 23:19
Dilihat: 42
Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

JAKARTA -- Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Ali Mukartono mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan upaya penyelamatan aset dari kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (AJS) sebesar Rp 18,4 triliun. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR.

"Tim penyidik telah melakukan upaya penyelamatan kerugian keuangan negara dengan nilai taksiran kurang lebih sebesar Rp 18,4 triliun," ujar Ali di ruang rapar Komisi III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7).

Adapun, kerugian negara dari kasus korupsi PT AJS sebesar Rp 16,8 triliun. Hal tersebut berdasarkan laporan hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Maka Penuntut Umum akan menuntut atas benda sitaan untuk dirampas dan dikembalikan kepada negara cq. PT. AJS. Upaya tersebut merupakan bentuk upaya Kejaksaan dalam memenuhi hak-hak para nasabah," ujar Ali.

Ali juga mengatakan, penyidik belum menemukan adanya keterlibatan orang tersebut dari nama pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir. "Tim penyidik sampai saat ini belum menemukan adanya keterkaitan Dato Sri Tahir selaku pemilik PT Bank Mayapada dalam perkara PT AJS," ujar Ali.

Sebelumnya, penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Asuransi Jiwasraya terus dilakukan Kejaksaan Agung (Kejakgung). Pada Rabu (1/7) kemarin, sejumlah pejabat OJK telah dimintai keterangan.

Kapuspenkum Kejakgung, Hari Setiyono mengatakan, empat orang tersebut yakni Kepala Sub Bagian Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga Efek III OJK Slamet Riyadi.

Kemudian, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1 B OJK (2014-2018), Sugianto dan Direktur Pemeriksaan Pasar Modal pada OJK, Edi Broto Suwarno juga ikut diperiksa. Kasubag Pemeriksan Transaksi dan Lembaga Efek I OJK (2013-2014), Bayu Samodro juga diperiksa.

Satu orang lainnya yakni Dirut PT. Treasure Fund Investama Dwinanto Amboro juga ikut diperiksa sebagai saksi terkait kasus tersebut.


Berita Terkait
  • DPR Minta Kejakgung Pikirkan Hak Nasabah Jiwasraya
  • Jiwasraya Buka Fakta Kasus Gagal Bayar 2012-2018
  • RDP Tindak Lanjut Kasus Jiwasraya
Berita Lainnya
  • Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya
  • Pelti Panggil Petenis Putra Kembali ke Pelatnas di Jakarta

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

Kejakgung Sita Aset Rp18,4 Triliun dari Kasus Jiwasraya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya