0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 20 Jan 2020 06:47
Dilihat: 13
Jakarta

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Ditjen Perhubungan Darat untuk mendalami penyebab kejadian kecelakaan bus pariwisata Purnama Sari di Jalan Raya jurusan Bandung-Subang Kp. Naggrok Ds. Palasari Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, pada Sabtu (18/1/2020) lalu.

"Saya prihatin tentang kejadian itu, sangat tidak diharapkan apalagi sampai ada yang meninggal dunia. Oleh karenanya, saya menyampaikan dukacita atas berpulangnya 8 orang saudara kita dan bagi yang luka berat akan kita take care," kata Menhub Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca Juga: Kemenhub Akan Bangun Pelabuhan Multipurpose di Labuan Bajo

Menhub mengungkapkan mendapatkan laporan dari Dirjen Perhubungan Darat yang menemukan beberapa kejanggalan, berdasarkan temuan sementara dari pihak kepolisian, saat kecelakaan ditemukan posisi gigi persneling berada di gigi 4. Data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan, berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Selain itu, Kartu Pengawasan sudah habis masa berlaku pada 19 Mei 2017.

"Untuk itu saya minta KNKT dan Ditjen Perhubungan Darat bersama-sama untuk mengklarifikasi itu," ujarnya.

Sebagai upaya mencegah berulangnya kejadian kecelakaan bus, Menhub mengatakan akan memetakan daerah-daerah yang rawan kecelakaan. Sebelumnya Menhub juga pernah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengubah konstruksi jalan.

"Misal di Sumatera Selatan. Kita lihat itu sering dan juga kelok-kelok itu membuat perjalanannya lama, jadi kita akan rapat dengan PU dan salah satunya merekomemdasikan ada jembatan sehingga ada short cut," ujarnya.

Kronologis kejadian yaitu pada Sabtu (18/1/2020) terjadi sekitar pukul 17.23 WIB di Jalan Raya jurusan Bandung-Subang tepatnya di Kp. Naggrok, Ds. Palasari, Kec. Ciater, Kab. Subang. Bus bernomor polisi E 7508 W yang dikemudikan oleh sopir Dede Purnama ini melaju lebih kencang dari sebelumnya.

Bus tersebut berisi 61 orang yang terdiri dari 54 orang dewasa, 5 anak-anak, 1 orang sopir, dan 1 orang kernet. Sebagian besar rombongan adalah Kader Posyandu Kelurahan Bojong Kecamatan Cipayung Kota Depok. Semula bus mengantarkan rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk selanjutnya kembali ke Depok.

Dari data yang diperoleh, selain korban meninggal 8 orang, terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan 20 orang.

Penulis: ***

Editor: Puri Mei Setyaningrum


Foto: Galih Pradipta

Sumber: wartaekonomi

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Subang, Menhub Minta Usut Penyebab

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya