0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

Nusabali
Nusabali - Thu, 27 Jan 2022 07:04
Dilihat: 244
Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogohNEGARA,
Meski tidak ada larangan pembuatan ogoh-ogoh, sejumlah banjar adat maupun desa adat di Kabupaten Jembrana memutuskan tidak membuat ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 pada Maret mendatang. Bahkan desa adat di Kecamatan Pekutatan dipastikan tidak ada yang membuat ogoh-ogoh.

Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Rabu (26/1), mengatakan dari 5 kecamatan se-Jembrana, hanya pihak desa adat di Kecamatan Pekutatan yang sepakat meniadakan ogoh-ogoh. Sementara untuk desa adat di kecamatan lainnya, ada yang membuat dan ada yang tidak.

"Kalau di desa adat saya (Desa Adat Baler Bale Agung) tetap membuat. Memang tidak ada larangan ataupun kewajiban harus membuat ogoh-ogoh. Itu (pembuatan ogoh-ogoh) tergantung desa adat dan sekaa teruna (ST) di masing-masing banjar. Sepanjang siap mengikuti ketentuan yang sudah diatur dalam Surat Edaran MDA, dipersilhkan," ucap Subagia yang juga Bendesa Adat Baler Bale Agung.

Menurut Subagia, di Kecamatan Pekutatan ada 13 desa adat. Adanya keputusan seluruh bendesa adat di Kecamatan Pekutatan untuk meniadakan pembuatan ogoh-ogoh itu, ditetapkan dalam rapat bendesa adat dengan para ST di wilayah masing-masing. Adapun yang menjadi pertimbangan pihak desa adat se-Kecamatan Pekutatan meniadakan pembuatan ogoh-ogoh itu, mempertimbangkan situasi ekonomi dan perkembangan pandemi Covid-19.

"Dari laporan yang kami terima, yang juga menjadi salah satu alasan utama, tidak ada kesiapan dari ST untuk membiayai rapid test antigen yang menjadi salah satu syarat pengarakan ogoh-ogoh nanti. Memang sesuai ketentuan yang ada, pengarakan ogoh-ogoh hanya dibatasi di banjar masing-masing dengan jumlah peserta maksimal 50 orang. Peserta pengarakan itu diwajibkan rapid test antigen," ucap Subagia.

Menurut Subagia, di luar wilayah Kecamatan Pekutatan, juga ada beberapa ST yang tidak membuat ogoh-ogoh karena pertimbangan tidak ada biaya untuk melakukan rapid test antigen. Terkait hal tersebut, pihaknya di MDA Jembrana berencana mengajukan usulan bantuan kepada Pemkab Jembrana untuk memfasilitasi rapid test antigen bagi para ST. "Nanti kita coba usulkan ke Pemkab. Karena anak muda kan belum berpenghasilan. Rasanya tidak salah pemerintah menjembatani," ujar Subagia.

Terkait usulan permohonan bantuan memfasilitasi rapid test antigen itu, sambung Subagia, rencananya akan diusulkan dalam lanjutan rapat koordinasi (rakor) terkait Nyepi dengan Bupati dan Forkopimda. Rakor lanjutan dari rakor pertama yang digelar pada 13 Januari 2022 lalu itu, rencananya diadakan antara akhir Januari atau awal Februari nanti.

"Pada rakor lanjutan itu akan kami bahas kembali terkait lomba ogoh-ogoh yang rencana dilaksanakan Pemkab. Karena kemarin ada keinginan Pak Bupati agar bisa dilaksanakan pawai untuk lomba ogoh-ogoh di kabupaten. Tetapi itu masih dipertimbangkan, dan nanti akan diputuskan apakah bisa dilaksanakan pawai atau tidak untuk lomba nanti," kata Subagia. *ode
Sumber: Nusabali

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

Kecamatan Pekutatan Tiadakan Ogoh-ogoh

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya