0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

Rumah
Rumah - Mon, 21 Sep 2020 20:03
Dilihat: 64
Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

- Pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah menggelontorkan anggaran sebagai stimulus agar ekonomi tetap berdenyut di tengah pandemi Covid-19. Sasaran dari kebijakan itu bukan hanya UMKM, tapi juga korporasi.

Bentuk dari stimulus tersebut, antara lain insentif pajak, subsidi bunga, penempatan dana di perbankan untuk restrukturisasi kredit, dan penjaminan kredit untuk modal kerja dengan total nilai puluhan triliunan rupiah. Pemerintah berharap stimulus ini mumpuni dan mampu membuat ekonomi bergerak.

Optimisme terhadap kebijakan pemerintah ini turut dirasakan pengembang properti yang sejak pertengahan tahun 2020 mengalami penurunan penjualan, khususnya untuk sektor komersial dan hunian di atas Rp1 miliar.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Totok Lusida mengingatkan, pemerintah perlu memberi perhatian serius kepada sektor properti. Pasalnya, multiplier effect dari industri ini mampu menyentuh 174 sektor lain sekaligus menyerap 30 juta tenaga kerja.

Bahkan sektor properti selama ini memberi kontribusi 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Oleh sebab itu, langkah pemerintah untuk memberi stimulus terhadap sektor properti merupakan langkah tepat karena akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Totok menyebut, hitungan ini tergolong mudah. Setiap unit apartemen yang diserahterimakan tentunya butuh tempat tidur, lemari, sofa, bahkan barang-barang elektronik.

"Tinggal dikalikan berapa unit yang diserahterimakan," ujar Totok menggambarkan potensi penting sektor properti mendorong ekonomi nasional, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Senin, 21 September 2020.

Angka tersebut belum termasuk pekerja yang secara langsung dan tidak langsung terserap sektor real estat. Untuk tahun 2020 diperkirakan jumlahnya mencapai 30,34 juta orang.

Namun begitu, harus diakui sektor properti juga merupakan salah satu sektor yang paling terpukul dengan adanya pandemi ini.

Menurut data REI, sejumlah sub sektor properti mengalami penurunan penjualan 50-80 persen di tahun 2020. Sementara untuk perkantoran turun 74,6 persen.

Ihwal kesulitan yang dihadapi sektor properti ini juga diungkap dalam diskusi virtual bertajuk "75 Tahun Indonesia Merdeka, Properti Penggerak Perekonomian Nasional".

Peserta diskusi dari kalangan praktisi maupun pengamat sepakat agar stimulus segera dirasakan bagi pelaku properti jika ingin membuat ekonomi Indonesia kembali bergerak.

Praktis untuk sektor properti hanya rumah subsidi yang masih bertahan bahkan konsumennya sangat antusias.

Perihal kesulitan yang dihadapi pelaku industri properti, REI telah memberikan masukan kepada pemerintah untuk kembali menggairahkan sektor properti. Adapun sejumlah usulan yang disampaikan meliputi penurunan tarif PPh Final Sewa Tanah & Bangunan sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan.

Berikutnya, penurunan tarif PPh Final Jual Beli Tanah & Bangunan sebesar 2,5 persen menjadi 1 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan. Lalu, penurunan tarif PPN sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan.

Kemudian, perlu diberi kelonggaran waktu pembayaran PPh Final Sewa dan Jual Beli Tanah dan Bangunan serta PPN selama masa pandemi atau sampai dengan 9-12 bulan dari batas maksimal pembayaran pajak.

Totok turut mengusulkan agar pembelian properti, baik perorangan maupun badan usaha yang sumber dananya belum tercatat dalam SPT, dikenakan pajak sebesar 5 persen. Selanjutnya dapat dimasukkan ke dalam SPT untuk pelaporan pajak tahun berikutnya.

Pemerintah juga diminta bisa memberikan insentif lain berupa peningkatan anggaran pada APBN untuk sektor perumahan. Sebab, penyerapan anggaran pada industri hunian tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi berkali lipat.

Sementara itu, pengamat properti Ali Tranghanda beranggapan, mayoritas pengembang properti di tengah pandemi ini mengalami kesulitan arus kas (cash flow). Terkait hal itu ada langkah-langkah penyelamatan dari perbankan.

Perlu ada insentif dari pemerintah termasuk pajak-pajak pembelian properti khususnya untuk investor karena mereka yang relatif siap daya beli. Lalu perlu juga relaksasi pembelian properti untuk konsumen.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto menilai, penyaluran Tapera akan memberi manfaat untuk para peserta Tapera serta menggerakkan sektor perumahan. Database yang dimiliki oleh BP Tapera menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar adalah PNS, yakni sekitar empat juta peserta.

Kemudian, dilengkapi dengan peserta yang sudah masuk dalam list eligible berikut lokasinya, dapat mempermudah pengembang (developer) untuk membangun hunian yang tepat sasaran, segera terbeli dan dihuni.

Penyaluran manfaat pembiayaan perumahan untuk peserta Tapera diharapkan dapat ikut menggerakkan ekonomi nasional dengan memberikan efek berganda (multiplier effect) setidaknya bagi 140 industri, seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu dan industri lainnya.

Sampai saat ini, Tapera menyatakan akan menjalin kerja sama dengan Bank BTN. Entitas tersebut memiliki keahlian dan infrastruktur yang kuat di sektor properti.

Bank BTN sendiri aktif menggelar berbagai inisiatif untuk membangkitkan sektor properti. Beberapa di antaranya, meningkatkan awareness terkait pentingnya hunian, meluncurkan inovasi produk dan layanan, menggelar pameran properti hingga menjalin berbagai kemitraan.

Di tengah itu semua, beberapa kalangan menilai, kebangkitan sektor properti terus diupayakan dengan berbagai stimulus dan bantuan pemerintah. Situasi pandemi yang menghantam semua sektor termasuk perumahan memerlukan dukungan semua pihak termasuk juga perbankan.

Kebijakan Pemprov DKI Jakarta agar masyarakat kembali bekerja dari rumah seharusnya menjadi peluang bagi pengembang rumah khususnya di bawah Rp500 juta untuk mendorong penjualan.

Di tengah kebijakan pemberlakuan kembali PSBB di Jakarta membuat masyarakat mencari hunian yang layak bagi dirinya dan keluarga untuk beraktivitas.

Di lain sisi, pengamat Ali Tranghanda melihat kebijakan bekerja dan bersekolah dari rumah lebih efektif dibandingkan bekerja dari kantor.

Untuk itu desain rumah harus dibuat sedemikian rupa agar memungkinkan penghuni yang sakit tidak menulari penghuni lainnya. Hal ini hanya dapat direalisasikan apabila masyarakat memiliki rumah sendiri.

Bagi Totok Lusida, ada optimisme di kalangan pengembang dengan kemajuan penemuan vaksin COVID-19. Namun, Totok mengakui kebijakan pemberlakuan kembali PSBB di Pemprov DKI Jakarta sudah memukul pengembang yang selama ini bermain di produk di atas Rp1 miliar. Sementara untuk di bawah harga itu masih mampu memasarkan produknya.

Langkah yang mendesak saat ini agar program restrukturisasi itu segera digulirkan sehingga pengembang tidak terlanjur gulung tikar. Jika sampai usaha ini tutup, butuh biaya besar agar ekonomi dapat kembali bergulir.

Hanya saja Ali juga mengingatkan agar perbankan selektif dalam menetapkan pengembang rumah yang harus direstrukturisasi. Hanya yang memiliki prospek bagus dan rekam jejaknya jelas dapat ikut program ini.

Sebagai catatan, di saat pandemi ini banyak juga pengembang yang proyeknya tidak terlalu bagus sejak awal 2020 ikut mengajukan restrukturisasi. Maka dari itu, Bank harus pintar-pintar menyeleksi mana proyek yang bagus tetapi terdampak COVID-19, mana proyek yang memang tidak ada prospeknya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah!


Sumber foto utama: Pexels.com

Sumber: Rumah

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

Kebangkitan Properti Bisa Terjadi Lewat Dorongan Stimulus

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya