0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

MotorExpertz
MotorExpertz - Tue, 23 Mar 2021 14:51
Dilihat: 74
Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

JAKARTA, ME. Belakangan ini, para aparat kepolisian sedang aktif di berbagai daerah melakukan razia dan penilangan bagi pemotor yang menggunakan knalpot bising, bradsis.

Seperti di Jakarta dan Depok, masing-masing Satlantas melakukan razia dan penilangan di beberapa titik secara tegas. Kegiatan ini imbas dari kejadian sekelompok pengendara motor yang viral melintas di Ring 1, Monas, Jakarta.

Para pemotor tersebut memaksa melintas melewati jalur terlarang tersebut dengan suara motor yang bising, sehingga mengganggu suasana di lokasi tersebut.

Hal ini menjadi polemik di masyarakat umum, terlebih di kalangan motormania. Tentunya ada pro dan kontra. Nah, dalam kesempatan ini tim Otomotif Poskota mewawancarai Sofyan Hadi, yang merupakan humas dari salah satu komunitas Yamaha Aerox 155 Indonesia, terkait masalah ini.

Menurutnya, para anggota kepolisian terlalu berlebihan dan kurang bijak dalam hal penindakan. "Bagi saya pribadi, saya setuju pihak kepolisian menindak motor yang memakai knalpot 'brong'. Hanya saja, para aparat di lapangan tidak memiliki standar penilaian terkait knalpot yang digunakan," buka pria yang akrab disapa Adipro itu.

Katanya, jenis knalpot ini memiliki beberapa karakter khusus dan standar ukuran, jika mengacu pada alat tingkat kebisingan knalpot (db meter). "Maksud saya, harusnya para anggota kepolisian menggunakan alat ukur kebisingan saat melakukan penindakan agar lebih bijak dan teredukasi.

"Tapi di lapangan, tolak ukur penindakan mereka adalah bentuk knalpot. Kalau knalpot yang digunakan bukan standar lagi, ya memang bukan standar lagi," terang Adi.

Lebih jelas, Adi menerangkan bahwa setiap produsen knalpot sudah meriset tingkat kebisingan suara berdasarkan jenis motor dan kegunaannya. "Knalpot seperti ini, kan, ada yang dirancang khusus untuk balapan. Dan ada juga knalpot yang dirancang secara khusus untuk harian.

"Bahkan bentuknya ada yang model standar dan setiap produsen bikin knalpot harian selalu disertai DB Killer-nya, lho. Gunanya untuk meredam suara lebih halus.

"Jadi saya pribadi, setuju dengan pemerintah dan kepolisian terkait kegiatan razia dan penilangan. Namun, sekali lagi, kita para komunitas akan bisa lapang dada kalau para petugas juga memiliki alat ukur dan standar tingkat kebisingan knalpot," ujar Adi.

Selain itu Adi menambahkan, yang salah kaprah memang knalpot khusus untuk balap digunakan untuk motor harian. "Kalau ini saya setuju banget dilakukan penindakan. Karena kegunaannya sudah keluar dari jalur," tandas pria berdarah Betawi itu.

Pendapat serupa juga terjadi di kalangan bikers. Rata-rata setuju dengan program penertiban penggunaan knalpot di motor. Cuma ya itu, yang jadi pertimbangan adalah soal parameter tingkat kebisingannya.

"Polisi nya juga harus bijak. Yang namanya suara itu ya harus diukur dengan pengukur suara DB meter. Jangan semua kenalpot bising ditindak, bukankah ada regulasi sesuai UU-nya. Jika CC sekian maka batas Kebisingannya sekian," tulis Ahmad Na**** yang dikutip Otomotif.Poskota.co.id dari akun facebook pencinta NMax.

"Setuju banget pak pol.....sikat aje rider² budeg yg pki knalpot bacot...! Biar tenang kota depok dr polusi suara????????????????!" timpal akun Bun***.

"Peraturan >175cc 80dB saat stasioner.. Knalpot dr jepun ini stasioner 78dB, so make sure pak polis klo mau razia bw dBmeter ya.. jangan pandang bulu kaki apa ketek," sahut akun Gem***

Terlepas dari beragamnya komentar motormania di jalur sosmed, intinya mayoritas setuju jika knalpot yang masuk kategori bising dirazia, bahkan ditindak. Paling utama, karena memang tingkat kebisingannya sudah melebihi batas kewajaran alias cempreng dan memekakkan terlinga.

Namun ya itu, jika memang peraturan ini akan diberlakukan secara permanen, para bikers berharap ada aturan yang jelas yang meliputi berbagai aspek, di antaranya jenis dan tipe motornya, batas toleransi kebisingan dan klasifikasi lain yang tidak malah bikin bingung dan blunder. "Pastinya, yang dirazia tidak pilih-pilih, kalau melanggar aturan ya ditindak. Mau cc kecil, gede atau sedang, harus adil!" tutup Adi.


Bagaimana dengan kalian bradsis, setuju?

Sumber: MotorExpertz

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

Kata Mayoritas Komunitas Motor yang Setuju Penilangan Knalpot, Tapi...

  
Berita Trending Motor
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya