0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

okezone
okezone - Sun, 17 Jan 2021 04:26
Dilihat: 73
Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

JEPANG - Studi menemukan tingkat kasus bunuh diri di Jepang melonjak pada gelombang kedua pandemi Covid-19. Hal itu terjadi terutama di kalangan perempuan dan anak-anak.

Reuters, Sabtu 16 Januari 2021, melaporkan tingkat bunuh diri pada periode Juli-Oktober naik 16% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal penelitian Universitas Hong Kong dan Institut Gerontologi Tokyo Metropolitan menunjukkan kasus bunuh diri di negara tersebut mengalami penurunan sebesar 14% pada Februari-Juni.

"Tidak seperti keadaan ekonomi normal, pandemi ini secara tidak proporsional memengaruhi kesehatan psikologis anak-anak, remaja, dan perempuan (terutama ibu rumah tangga)," tulis penelitian yang diterbitkan pada Jumat 15 Januari 2021 di jurnal Nature Human Behavior.

Baca juga: Mirip dengan di Inggris, Satu Lagi Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Jepang

Studi menunjukkan penurunan angka bunuh diri pada awalnya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti subsidi pemerintah, berkurangnya jam kerja dan penutupan sekolah. Namun penurunan itu berbalik, tingkat bunuh diri pada perempuan melonjak 37%, sekitar lima kali lipat di antara pria. Hal itu terjadi, kata laporan tersebut, karena pandemi yang berkepanjangan menghantam industri yang didominasi oleh kaum perempuan, meningkatkan beban pada ibu yang bekerja, sementara kekerasan dalam rumah tangga juga meningkat.

Studi tersebut, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dari November 2016 hingga Oktober 2020, menemukan angka bunuh diri anak melonjak 49% pada gelombang kedua Covid-19, bersamaan dengan periode setelah penutupan sekolah secara nasional.

Baca juga: Jepang Berlakukan Lagi Keadaan Darurat Covid-19, Dubes RI Imbau WNI Patuhi Aturan

Perdana Menteri Yoshihide Suga pada bulan ini menetapkan keadaan darurat Covid-19 untuk Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya dalam upaya untuk membendung kebangkitan virus corona kembali.

Situasi darurat tersebut diperluas ke tujuh prefektur lagi, termasuk Osaka dan Kyoto. Menteri Reformasi Administrasi dan Peraturan Jepang kepada Reuters, Kamis 14 Januari 2021, mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan untuk memperpanjang keadaan darurat karena kebijakan tersebut "tidak dapat membunuh ekonomi."


"Orang-orang khawatir tentang Covid-19. Namun banyak orang juga bunuh diri karena kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, dan tidak melihat harapan," katanya. "Kami perlu mencapai keseimbangan antara mengelola Covid-19 dan mengelola ekonomi."

Sumber: okezone

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya