0
Thumbs Up
Thumbs Down

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 26 May 2020 07:47
Dilihat: 26
Jakarta

Negara-negara Arab yang terhimpun dalam Liga Arab itu lebih sering bertikai daripada bersatu.

Johan Hendrik Meuleman, dalam buku Tematis Dunia Islam disebutkan, pada 1977 Presiden Mesir Anwar Sadat mengkhianati bangsa Arab dengan berkunjung ke Israel untuk tujuan perdamaian.

Pada 1978 ia menandatangani perjanjian Camp David, sebuah perjanjian dengan Israel. Tentu saja, negara-negara Arab lainnya berang. Sejak saat itu, bangsa Arab tidak lagi satu kata dalam melawan Israel.

Ketika terjadi peperangan Irak dan Iran pada 1980-an, beberapa negara Arab, seperti Arab Saudi dan Kuwait mendukung dan membantu Irak sebagai usaha agar revolusi Islam tidak meluas ke negara-negara mereka. Sedangkan, Libya dan Suriah justru mendukung dan membantu Iran.

Ketika Irak melakukan aneksasi atas Kuwait (tahun 1990) sikap negara-negara Arab juga tidak persis sama. Hal ini juga terjadi ketika perang antara Amerika Seikat dan sekutunya pada 1990 melawan Irak untuk mengembalikan kemerdekaan Kuwait.

Pada 1992, ketika Amerika Serikat memprakarsai PBB untuk melakukan embargo udara atas Libya, kembali anggota-anggota Liga Arab tidak mencapai kata sepakat. Bahkan, sebagian besar justru mendukung keputusan PBB yang merugikan negara Arab itu.

Tradisi perang antarkabilah sebelum Islam kelihatannya berubah menjadi tradisi konflik antarnegara dewasa ini.

Sejak kematian Saddam Hussein dan Muammar Qaddafi, sikap dunia Arab seakan-akan tak pernah bisa rukun dan kian melunak terhadap Israel. Para pemimpinnya tampak mulai sibuk dengan urusannya masing-masing. Bahkan, menurut laporan Global Search, mereka kini membiarkan jet-jet tempur Israel ikut menggempur Yaman dalam perang saudara antarsesama bangsa Arab yang berlangsung belakangan ini.

Terlepas benar atau tidaknya informasi tersebut, tentunya kita terus berharap supaya bangsa Arab kembali bersatu dan menata kembali dunia Islam yang semakin diamuk oleh 'benturan peradaban', sedikit meminjam istilah Samuel P Huntington.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Reuters/Thomas Peter

Sumber: wartaekonomi

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

Karena Alasan Ini, Negara-negara Arab Dinilai Sangat Sulit untuk Bersatu

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya