0
Thumbs Up
Thumbs Down

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

Republika Online
Republika Online - Mon, 18 Nov 2019 19:05
Dilihat: 29
KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih mengkaji rencana menerapkan sistem tiket yang disebut pentarifan dinamis atau dynamic pricing. Pentarifan ini seperti yang berlaku untuk tiket pesawat terbang.

"Sedang kita pikirkan apakah itu suitable (cocok) atau memang pantas untuk kereta api," kata Direktur Utama KAI Edi Sukmoro usai konferensi pers Rencana Operasi Natal dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Senin (18/11).

Sistem pentarifan dinamis atau dynamic pricing adalah penetapan harga yang didasarkan pada waktu. Semakin dekat antara waktu pembelian dengan waktu keberangkatan, maka harga tiket itu semakin mahal.

Edi menjelaskan, pihaknya harus mempelajari apakah sistem tiket tersebut sesuai dengan daya beli (willingness to pay) masyarakat pengguna kereta api secara umum. Menutunya, KAI adalah public service atau pelayanan publik sedapat mungkin, aman, nyaman, dan juga terjangkau.

"Itu artinya tiket harus dipikirkan masyarakat bisa membeli," katanya.

Dia mengatakan, untuk Natal dan Tahun Baru 2020 ini masih menggunakan sistem tiket yang lama. Artinya, waktu pembelian tidak berpengaruh kepada harga tiket.

Dalam kesempatan sama, Direktur Niaga KAI Dody Budiawan mengatakan, pihaknya akan mempelajari dulu terkait sistem pentarifan dinamis untuk tiket non-PSO. Masih dilakukan studi terkaiy dynamic pricing dengan melihat kebutuhan masyarakat.

Dengan sistem pentarifan dinamis, lanjut Dody, pihaknya bisa mengoptimalkan penjualan tiket sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dody mengaku bahwa masyarakat saat ini juga sudah banyak yang meminta kereta eksekutif, contohnya di Bojonegoro dan Ciamis.


"Lebih optimum karena melihat kebutuhan dengan keinginan yang ada, bukan progresif ya, itu double double. Ini mencari yang optimum sesuai dengan biaya operasi juga, kalau di bawah biaya operasi susah juga, lihat kebutuhan masyarat apa, beberapa masyarakat minta kereta api eksekutif berhenti (di stasiun), artinya minat maasyarakat naik eksekutif itu tinggi," katanya.

Berita Terkait
  • KAI Kaji Penjualan Tiket Sistem Dynamic Pricing
  • PT KAI Kaji Tarif Tiket Kereta Berdasarkan Waktu Pemesanan
  • Penumpang KA Diprediksi Meningkat pada Libur Natal
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

KAI Masih Kaji Sistem Tiket Dynamic Pricing

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya