0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

covesia
covesia - Mon, 23 May 2022 20:05
Dilihat: 33
Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

Covesia.com - Penyakit Mulut dan Kuku atau lebih dikenal PMK pada hewan ternak kini kian menyebar luas. Sejak ditemukan pertama kali di Sijunjung sapi yang terkena PMK cukup besar.

Dari awalnya hanya 4 ekor sekarang sudah menjadi 653 ekor. Menanggapi hal itu Komisi II DPRD Sumbar segera melakukan pembahasan dengan OPD terkait untuk mengambil langkah dan antisipasinya.

"Penyebaran virus sangat cepat dan bisa menjangkau daerah yang cukup jauh. Penyebarannya bisa dari ternak ke ternak, transportasi dan sebagainya. Ini menghawatirkan karena dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Idul Adha," ungkap salah satu Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Arkadius dalam rapat dengan OPD terkait di Padang, Senin (23/5/2022).

Arkadius mengatakan setiap hari Raya Kurban biasanya masyarakat akan menyembelih hewan berupa Sapi dan Kambing. Namun saat ini banyak sapi yang terjangkit, masyarakat tentu khawatir.

Tak hanya daging sapi tapi prodak lainnya seperti susu juga dikhawatirkan virus hidup di sana. Artinya harus dilakukan segera pemeriksaan sapi di Sumbar. Bagaimana prosesi pengobatan, penyuntikan, pemotongan bagian yang terkena. Ini juga menyangkut dengan isolasi ternak.

"Langkah ini penting diperhatikan," ujarnya.

Selain itu, mobilisasi ternak, juga harus diperhatikan apalagi ternak yang berasal dari luar. Kondisi ini menurutnya cukup rumit memerlukan antisipasi yang komprehensif walau kematian cukup rendah.

Ia mengatakan mungkin sekarang panitia korban sudah mulai menjajaki persiapan hewan kurban untuk Idul Adha. Namun harus ada sosialisasi langkah apa langkah yang dilakukan, bagaimana antisipasi bahwa sapi yang akan dikurban memenuhi persyaratan dan tidak berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Lebaran Idul Adha 8 Juli mendatang. Masih ada waktu sekitar 50 hari lagi. Sementara PMK bisa saja terus meningkat, Kita harus carikan solusinya bersama," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan pihaknya sudah bergerak dari kandang ke kandang melakukan tracking pada hewan yang ada di Sumbar juga yang ada pada toke ternak pun demikian.

"Kita juga sudah bagikan disinfektan pada semua yang punya sapi yang sakit atau tidak kita bagi," ujarnya.

Ke depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak termasuk MUI, DMI, dan segera dibahas mengenai hewan kurban saat Idul Adha.

"Kita carikan solusi bersama. Di Sumbar ada 70 pusat kesehatan hewan dengan 3 petugas mentri, hewan kawin suntik sapi sudah biasa keluar masuk kandang, kita proaktif untuk itu," imbuhnya.

Tak hanya itu setiap hewan yang akan dikurbankan juga akan dilengkapi dengan 2 surat, yakni surat asal hewan dan surat keterangan kesehatan hewan.

(lsm)



Sumber: covesia

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

Jelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Sumbar Bahas Persoalan PMK

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya