0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jalan Keikhlasan

Republika Online
Republika Online - Tue, 20 Aug 2019 04:05
Dilihat: 50
Jalan Keikhlasan

Oleh: Iu Rusliana

Seorang sahabat dengan mimik serius mengajukan sebuah pertanyaan, "Ya kekasih Allah, bantulah aku mengetahui perihal kebodohanku ini. Kiranya engkau dapat menjelaskan kepadaku, apa yang dimaksud ikhlas itu?"

Nabi SAW, kekasih Allah yang paling mulia, bersabda,"Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril AS apakah ikhlas itu? Lalu Jibril berkata, 'Aku bertanya kepada Tuhan yang Mahasuci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya? Allah SWT yang Mahaluas Pengetahuannya men jawab, 'Ikhlas adalah suatu ra hasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai,'" (HR al-Qazwini).

Hadis di atas menjelaskan bahwa rahasia ikhlas itu hanya diketahui oleh hamba-hamba yang dicintai-Nya. Alangkah beruntungnya orang yang beramal dengan tulus karena Allah. "Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam," (QS al-An'am: 162).

Orang-orang yang ihlas (mukhlisin) senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapatkan pujian atau celaan, karena mereka yakin Allah Maha Melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apa pun.

Jika ber mal karena ingin dilihat oleh orang lain, sebenarnya niatnya telah di desak syirik. Hatinya belum terbebas dari segala sesuatu selain Allah. Ingatlah tidak akan ada pujian yang dapat bermanfaat maupun celaan yang dapat membahayakan. Orang-orang yang ikhlas memiliki beberapa ciri, di antaranya senantiasa ber sungguh-sungguh dalam ber amal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan.

Selanjutnya, ciri lain orang yang ikhlas adalah terjaga dari segala yang diharamkan Allah SWT, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadis, "Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debudebu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Namun, mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah."(HR Ibnu Majah).


Di sinilah seorang hamba akan terus berusaha bertemu dengan Tuhannya kelak dalam keadaan iman dan mengikhlaskan seluruh amal per buatannya. Belajarlah terus agar keikhlasan menjadi bagian keseha rian. Menempuh jalan keikhlasan per lu proses pembelajaran sepenuh hati dalam kehidupan. Wallaahu'alam.

Berita Terkait
  • Memaknai Kemenangan
  • Hidup Berkah
  • Detik-Detik Ibadah
Berita Lainnya
  • Jokowi Dukung Menristekdikti Datangkan Rektor Asing
  • Bertahun-tahun Warga Lembor Kekurangan Air Bersih

Jalan Keikhlasan

Jalan Keikhlasan

Jalan Keikhlasan

Jalan Keikhlasan

Jalan Keikhlasan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya