0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

Republika Online
Republika Online - Wed, 17 Jul 2019 17:39
Dilihat: 36
Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

BANDUNG -- Pengaturan irigasi di Jawa Barat akan ditingkatkan pada musim kemarau ini. Cara tersebut dilakukan agar pembagian air terjadi secara merata di seluruh lahan pertanian.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pemprov Jabar sudah berkoordinasi dengan pengelola bendungan dan bupati/wali kota di wilayahnya dalam mengatasi kekeringan dampak musim kemarau ini. Hasilnya, sejumlah langkah telah dilakukan untuk menekan dampak yang diakibatkan fenomena alam tersebut.

Pertama, kata Ridwan Kamil, setiap lahan pertanian akan mendapat pasokan air secara bergilir dari irigasi terdekat. "Menggilir, hitungannya harian. Sehari di kelompok tani ini, sehari di situ," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Bandung, Rabu (17/7).

Emil pun, memastikan pemerintah daerah di bawahnya akan memasok air untuk meminimalisasi dampak musim kemarau. Cara ini diperlukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memeroleh air bersih.

"Kedua, PDAM sudah bergerak untuk membuat truk-truk air, untuk menyuplai air bersih," katanya.

Ketiga, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan rekayasa cuaca jika musim kemarau berkepanjangan. Pemprov Jabar juga, mengkaji dengan BMKG untuk rekayasa cuaca.

"Jadi ini sedang kita kerjakan. Jadi tiba-tiba langsung ke status itu bukan tidak mungkin, tapi sedang ikhtiar dulu," katanya.

Sementara menurut Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Budi Budiman Wahyu, Provinsi Jawa Barat menyatakan sebanyak 27.997 kepala keluarga (KK) di provinsi ini kekurangan air bersih. Kekurangan air akibat terdampak musim kemarau tahun 2019. Musim kemarau juga, mengakibatkan 14.404 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

"Selain itu, ada 12 kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdampak akibat musim kemarau tahun ini," katanya.

Budi menjelaskan, 12 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya. Budi menjelaskan, jumlah warga atau kepala keluarga yang kekurangan air bersih akibat musim kemarau di Jawa Barat paling banyak ada di Kabupaten Bekasi yakni mencapai 3.397 kepala keluarga. Kemudian, Kabupaten Cirebon sebanyak 2.167 kepala keluarga.

"Untuk membantu warga yang kekurangan air bersih akibat terdampak musim kemarau, kami telah menyalurkan bantuan air bersih hingga 307.600 liter," katanya.

Berita Terkait
  • Pemdaprov Jabar Makin Gencar Bangun Desa
  • Dekranasda Komitmen Bawa Kriya Jabar Go Internasional
  • Pemprov Jawa Barat dan Blibli.com Kerja Sama Tingkatkan UMKM
Berita Lainnya
  • Dua Universitas Australia Diduga Terkait Pelanggaran HAM di China
  • Formula E Jakarta Bisa Jadi Ajang Unjuk Kemampuan Indonesia

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

Jabar Tingkatkan Pengaturan Irigasi Selama Kemarau

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya