0
Thumbs Up
Thumbs Down

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

Republika Online
Republika Online - Wed, 13 Nov 2019 01:35
Dilihat: 29
Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

JAKARTA -- Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman, memastikan bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung tidak akan berubah. Pernyataan Fadjroel ini menyusul pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menilai pilkada langsung ikut menyumbang efek negatif, terutama politik berbiaya tinggi.

Fadjroel menyampaikan, kepala daerah tetap akan dipilih secara langsung bukan melalui DPRD seperti yang diwacanakan. Presiden Joko Widodo (Jokowi), ujar Fadjroel, menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia tetap menggunakan sistem pilkada langsung.

"Pilkada langsung masih menjadi mekanisme pemilihan kepala daerah yang paling relevan di Indonesia. Pada dasarnya, sistem ini menciptakan kedekatan rakyat dan pemimpin daerah dalam proses pembangunan lokal," jelas Fadjroel di istana, Selasa (12/11).

Presiden, kata Fadjroel, juga berpandangan bahwa evaluasi pilkada sebaiknya ditujukan pada teknis penyelenggaraan pilkada. Maksudnya, evaluasi agar pilkada bisa menghapus praktik politik uang, menciptakan proses pemilihan yang efisien, sehingga pilkada tidak lekat dengan biaya tinggi.

"Teknis penyelenggaraan pilkada juga (harus) mampu mengatasi polarisasi sosial berkepanjangan di tengah masyarakat," kata Fadjroel.

Selain itu, Fadjroel juga menyebut bahwa Jokowi meyakini mekanisme pilkada langsung merupakan cermin kedaulatan rakyat/demokrasi dan sejalan dengan reformasi 1998.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan wacana revisi undang-undang pilkada. "Pertanyaan saya adalah, apakah sistem politik pemilu pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun? Banyak manfaatnya partisipasi demokrasi, tetapi kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi," kata dia, pekan lalu.

Ia mengungkapkan, seorang calon kepala daerah setidaknya harus memiliki uang sekitar Rp 30 Miliar. Ia juga mengaku tidak heran ketika ada kepala daerah yang tertangkap karena terbukti korupsi.


Berita Terkait
  • Pilkada Langsung atau tidak, Perludem: Parpol Harus Berbenah
  • KPPOD: Pilkada Harus Langsung Sesuai Prinsip Otonomi Daerah
  • Tito Minta Publik tak Sebut Istilah Desa Fiktif
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

Istana Pastikan Pilkada Langsung tak Diubah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya