0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

wartaekonomi
wartaekonomi - Sat, 04 Jul 2020 01:00
Dilihat: 30
Jakarta

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango membeberkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di tiga lokasi yakni, Jakarta, Samarinda, dan Kutai Timur, pada Kamis, 2 Juli 2020, malam. Dalam operasi senyap tersebut, tim KPK mengamankan total 16 orang.

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK telah mengamankan 16 orang pada hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 sekitar jam 19.30 WIB di beberapa tempat, antara lain di Jakarta, Samarinda dan Kutai Timur," kata Nawawi saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Ini Harta Bupati Kutim yang Kena OTT KPK

Adapun, 16 orang yang diamankan yakni, Bupati Kutai Timur, ISM; Istri ISM sekaligus Ketua DPRD Kutai Timur, EU; Kadis PU, ASW; Kepala Bappeda, MUS; Ajudan Bupati, AW dan HF; Staff Bappeda, DF.

Dijelaskan Nawawi, KPK awalnya bergerak dan membagi menjadi dua tim di area Jakarta dan Kalimantan Timur. KPK bergerak setelah mendapat laporan dari masyarakat bahwa sekira pukul 12.00 WIB, EU, MUS, dan DF datang ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Ismunandar sebagai Calon Bupati Kutai Timur periode 2021-2024.

"Selanjutnya sekitar pukul 16.30 WIB, ISM dan AW menyusul datang ke jakarta," imbuhnya.

Sekira pukul 18.45 WIB, tim KPK mendapat informasi adanya penggunaan uang yang diduga dikumpulkan dari para rekanan yang mengerjakan proyek di Pemkab Kutim untuk Ismunandar. Selanjutnya, tim mengamankan ISM, AW, dan Musyaffa di sebuah restoran daerah Senayan Jakarta.

"Setelah itu secara simultan, tim KPK yang berada di area Jakarta dan Sangatta Kutim juga turut mengamankan pihak-pihak lain," ujarnya.

Dari hasil tangkap tangan tersebut, ditemukan sejumlah uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, KPK menetapkan ISM dan istrinya yang merupakan Bupati Kutai Timur, EU sebagai tersangka suap terkait proyek pekerjaan infrastruktur tahun anggaran 2019 sampai 2020.

Selain ISM dan istrinya, KPK juga menetapkan lima tersangka lainnya dalam perkara ini. Kelima tersangka lainnya itu yakni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), MUS, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), SUR. Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) ASW, serta dua pihak swasta rekanan proyek, AM dan DA.

"KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2019 sampai dengan 2020," kata Nawawi.

ISM dan istrinya diduga menerima suap terkait pengerjaan proyek infrastruktur di Kutai Timur tahun anggaran 2019 sampai 2020. Keduanya menerima suap bersama MUS, SUR. Suap itu berasal dari AM dan DA.

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat


Foto: SINDOnews

Sumber: wartaekonomi

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya