0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Apr 2021 07:24
Dilihat: 50
Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

JAKARTA -- Bukit Algoritma akan menjadi pusat riset teknologi pertama di Indonesia, yang digadang-gadang serupa dengan Silicon Valley di Amerika Serikat (AS). Salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini rencananya dibangun di lahan seluas 888 hektare di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

PT Amarta Karya (AMKA) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi mitra infrastruktur Bukit Algoritma pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan. Rencana pembangunan proyek pusat pengembangan teknologi dan industri 4.0 ini disebut bernilai total satu miliar Euro atau setara dengan Rp 18 triliun.

Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan pembangunan pusat riset dan inovasi seperti Silicon Valley pada dasarnya membutuhkan ekosistem yang kuat. Ia menyebut dalam hal ini, paling tidak kekuatan dimiliki terkait cluster industry high tech dan menjadikan universitas sebagai sumber riset.

"Selain itu, ada investasi besar di pembangunan fasilitas laboratorium dan pusat penelitian, sehingga dukungan lintas sektor ini seluruhnya harus kuat sekali," ujar Toto kepada republika.co.id, Selasa (13/4).

Karena itu, Toto mengatakan Amarta harus memenuhi ekosistem yang kuat tersebut. Ia menilai bahwa selama ini belum ada rekam jejak dari perusahaan persero tersebut yang signfikan di bidang teknologi tinggi dan terkait untuk pembangunan pusat riset teknogi.

"Jadi, Amarta harus bekerja keras menggandeng mitra strategis, seperti yang seharusnya ada di Silicon Valley," jelas Toto.

Silicon Valley merupakan wilayah selatan Teluk San Franciso, California yang menjadi rumah bagi banyak perusahaan teknologi. Area ini kemudian menjadi magnet penggerak dari banyak perusahaan besar asal Negeri Paman Sam, termasuk berbagai startup global terkemuka.

Banyak negara di dunia yang melihat kesuksesan Sillicon Valley, termasuk Indonesia yang pada akhirnya mencoba membangun pusat teknologi serupa. Diharapkan keberadaan Bukit Algoritma di Tanah Air dapat meningkatkan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan, dan pusat riset serta pengembangan, hingga sektor pariwisata.

Sukabumi dipilih sebagai lokasi Bukit Algoritma karena dianggap memiliki letak yang strategis. Termasuk diantaranya dengan infrastruktur pendukung yang ada di sekitar wilayah seperti akses Tol Bocimi, Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) Wisata dan Perdangan Pelabuhan Ratu, Bandara Sukabumi Cikembar yang rencananya dibangun segera, hingga jalur kereta double track.


Berita Terkait
  • Apa Itu Bukit Algoritma, Silicon Valley Indonesia?
  • Tinggal di AS, Pangeran Harry Kini Kerja di Silicon Valley
  • Jababeka akan Kembangkan Hunian Berkonsep Silicon Valley
Berita Lainnya
  • Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia
  • Magetan Catat Kasus Kematian Covid-19 Tertinggi

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

Ini Kata Pengamat Soal Silicon Valley Indonesia

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya