0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

Republika Online
Republika Online - Thu, 16 Jul 2020 00:25
Dilihat: 37
Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

JAKARTA -- Serangan wabah Covid-19 yang terjadi di penjuru dunia tidak hanya mengancam kesehatan saja, tapi juga menghantam sektor ekonomi, tidak terkecuali dengan Indonesia. Akibatnya, ancaman krisis semakin nyata karena hantaman pandemi Covid-19. Kendati demikian, selalu ada peluang atau jalan untuk bisa keluar dan terbebas dari ancaman krisis ini.

Sandiaga Uno memberikan dua rumus agar Indonesia bisa keluar dari ancaman krisis yang mulai terasa ini. Dia berharap, Indonesia dapat secepatnya keluar dari ancaman krisis akibat pandemi-19 sejak beberapa bulan lalu.

Ini disampaikan Sandiaga saat menjadi pembicara dalam diskusi online yang ddigelar Dewan Mahasiswa Faskultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Palangkaraya dan KAHMIPreneur dalam program YES Goes to Campus.

"Jadi dua rumus saya untuk keluar dari krisis ini. Cepat pulihkan ekonomi keluarga, jangan sampai tenggelam. Selamat sektor UMKM ini agar bisa keluar dari kebangkrutan. Karena UMKM belum tersentuh fasilitas-fasilitas yang bisa menyelamatkan usaha mereka," ujar Sandiaga Uno, Rabu (15/7).

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, ekonomi Indonesia sangat tergantung kepada dua sektor tersebut. Pertama, ekonomi keluarga yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja karena menggerakkan lokomotif yang paling strategis dalam perekonomian yaitu sektor konsumsi. Jadi, kata Sandiaga, ekonomi keluarga-lah yang terus menggerakan ekonomi di akar rumput.

"Ekonomi keluarga ini sekarang terkendala karena banyaknya PHK. Ekonomi keluarga terkendala karena meningkatnya biaya-biaya yang dibebankan kepada ada masyarakat, juga menghadapi kendala karena pandemi ini menghantam UMKM," terang politikus Partai Gerindra tersebut.

Oleh karena itu, Sandiaga menyarankan, agar Pemerintah dapat segera memulihkan ekonomi keluarga. Ia mendorong, pemerintah agar memastikan keluarga yang diberi bantuan memiliki akses kepada dana tunai. "Jadi, progam-progam yang selama ini atau bantuan pemerintah itu itu harus cepat tereksklusi jangan tertunda-tunda," katanya.

Akibat ekonomi keluarga terimbas, maka salah satu itu mesin utama pembangunan bangsa yaitu UMKM juga dihantam krisis. UMKM selalu menjadi tulang punggung pada setiap krisis untuk bangkit. Serta menjadi garda terdepan dalam pemulihan dari krisis. Justru UMKM terpukul jatuh di ronde-ronde pertama pada krisis akibat Covid-19. Padahal, sektor UMKM adalah pencipta 97 persen lapangan kerja di negeri ini.

"Saya ingin ada satu reorientasi. Selama ini krisis-krisis yang lalu yang mendapat banyak perhatian itu adalah sektor koorporasi, sektor-sektor keuangan perusahaan-perusahaan besar pemilik pabrik," tutur Sandiaga.


Berita Terkait
  • Survei Sebut Perusahaan Makin Peduli dengan Keamanan Siber
  • Seorang Pedagang Pasar Sokaraja Banyumas Terpapar Covid-19
  • Pengumpulan ZIS Baznas Selama Covid-19 Naik 46 Persen
Berita Lainnya
  • Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis
  • Asma Nadia: Menulis Novel dari Karakter Nyata

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

Ini Dua Rumus Sandiaga Agar Terbebas dari Krisis

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya