0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

Republika Online
Republika Online - Thu, 21 May 2020 21:07
Dilihat: 34
Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

JAKARTA -- Kementerian Agama RI baru akan menggelar sidang itsbat untuk menentukan 1 Syawal pada Jumat (22/5) besok. Sedangkan Muhammadiyah, telah jauh-jauh hari menentukan 1 Syawal atau hari Raya Idul Fitri jatuh pada Ahad 24 Mei 2020.

Berdasarkan maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1441 Hijriyah. Muhammadiyah telah menetapkan hari raya Idul Fitri berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Lalu, apa itu metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal?

Hisab secara harfiah berarti perhitungan. Dalam Islam, istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomis) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.

Posisi matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu solat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender hijriyah. Ini penting, terutama untuk menentukan awal Ramadhan, awal Syawal atau Idul Fitri, serta awal Dzuhijjah saat jamaah wukuf di Arofah dan Idul Adha.

Dalam Alquran surat Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa Allah SWT sengaja menjadikan matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Dalam surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahws Matahari dan bulan beredar menurut perhitungannya.

PP Muhammadiyah merupakan ormas Islam yang masih kental dengan metode Hisab dalam menentukan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Dengan metode hisab ini, Muhammadiyah menggunakan ilmu falak dalam melihat posisi hilal di akhir bulan untuk menentukan awal bulan. Sehingga, dengan metode ini posisi hilal bisa dipredisksi tanpa harus melihat bulan baru sebagai awal bulan.

Dengan metode hisab, menurut Muhammadiyah, pada 23 Mei 2020 pukul 00:41:57 WIB, tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -0748 (LS) dan l= 11021BT ) = +064331(hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk. Karena itu 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad Kliwon, 24 Mei 2020 M.


Berita Terkait
  • Istikmal, JIC Tak Lakukan Rukyatul Hilal 1 Syawal 1441 H
  • Ini Referensi Materi Khutbah Sholat Idul Fitri di Rumah
  • Harga Cabe dan Bawang Merah di Jayapura Masih Tinggi
Berita Lainnya
  • Solskjaer: Sudah Tidak Ada Apel Busuk di Skuat United
  • Huawei Dorong Penerapan 5G untuk Akomodasi New Normal

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

Ini Cara Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya