0
Thumbs Up
Thumbs Down

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

covesia
covesia - Mon, 13 Jul 2020 19:04
Dilihat: 29
Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

Covesia.com - Sejumlah wali murid melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Senin (13/7/2020) siang. Membahas persoalan seputar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), audiensi di Kantor DPRD Sumbar itu juga dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar dan Ombudsman.

Salah seorang wali murid, Rio Agusti, mengatakan terdapat indikasi penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) palsu dalam pendaftaran PPDB jenjang SMA dan SMK Sumbar jalur zonasi. Pihaknya sudah mengantongi bukti indikasi pemalsuan tersebut dan sudah diserahkan ke anggota dewan.

Baca: Temukan Indikasi Pemalsuan SKD Pendaftaran PPDB, Orang Tua Calon Peserta Didik Ancam Lapor Polisi

Memang, saat ditemui Covesia pada Jumat (10/7/2020) lalu, Rio mengatakan setidaknya terdapat 30 indikasi pemalsuan SKD dalam pendaftaran PPDB untuk wilayah Kota Padang.

"Ada 30 indikasi pemalsuan SKD. Yang kita pastikan baru SMA 10, SMA 12, SMA 1, dan SMA 9 Padang. SKD palsu semua," jelasnya.

Temuan orang tua siswa itu selaras dengan pengaduan masyarakat yang diterima Ombudsman RI Perwakilan Sumbar.

Dalam keterangan tertulis diperoleh Covesia, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yefri Heriani, menjelaskan indikasi penggunaan SKD palsu dalam PPDB tidak hanya ditemukan di Kota Padang, tapi juga di Kota Padang Panjang.

Baca: Ombudsman Temukan Indikasi Pemalsuan SKD dalam PPDB

"Masyarakat merasa ada pergerakan yang aneh dari komposisi pengumuman sementara atau uji publik yang terdapat dalam website PPDB Sumbar khususnya untuk SMA Negeri 1 Padang Panjang," ujarnya.

Calon siswa yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi, kata dia, tiba-tiba gagal lolos, atau terlempar dari zona terdekat. Penyebabnya, ada 20 lebih SKD yang masuk, yang secara zona dekat dengan SMA Negeri 1 Padang Panjang.

"Indikasi yang dilaporkan misalnya, ada yang menerangkan tinggal dekat dari SMA Negeri 1 Padang Panjang di Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Guguak Malintang Kecamatan Padang Panjang Timur. Namun menurut pelapor, sebenarnya mereka berdomisili ada yang di Gantiang, Gunung, atau Ngalau," jelasnya.

Lihat juga: [INFOGRAFIS] Kecurangan di Tengah Polemik PPDB

Solusi Disdik: Optimalisasi Daya Tampung di 44 SMA/SMK se-Sumbar

Ditemui usai audiensi, Kepala Disdik Sumbar Adib Alfikri mengatakan terdapat perbedaan dalam seleksi penerimaan siswa dalam PPDB tahun ini dengan tahun lalu.

"Kalau dulu kan pakai nilai. Masyarakat kita tidak bermasalah dengan itu. Orang tua pasti menerima jika anaknya tidak diterima di sekolah karena nilainya rendah. Sekarang, prosesnya kan berbeda, dari pusat, seleksi berdasarkan jarak rumah siswa ke sekolah. Ini yang menjadi persoalan. Makanya, muncullah masalah SKD, manipulasi data, segala macam," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya perlu mendudukkan sejauh mana wewenang Disdik dalam melakukan verifikasi status kependudukan seseorang. Soalnya, kata Adib, pihak yang mengeluarkan SKD adalah pemerintah setempat yakni pengurus RT hingga Camat. Kalau sudah ada 'stempel dan cap' dari pihak terkait, berarti dokumen tersebut legal.

Baca juga: Hari Ini Sekolah Dimulai, Disdik: Solusi dari Masalah Masih Dicari

Selain itu, permasalahan dalam PPDB Sumbar 2020 yaitu jumlah daya tampung siswa yang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat agar anak mereka bisa diterima sekolah.

"Itu dia. Setelah kita ukur, 1 kilo rata-rata itu daya tampung habis. Hampir semua. Makanya orang yang tinggal 1,5 kilo, 2 kilo, katanya dekat, itu yak dapat," imbuhnya.

Untuk mengakomodasi anak-anak yang tidak lulus di SMA dan SMK, yang dalam istilah Adib, berada di zona blank atau zona kosong, Disdik Sumbar berusaha mencari solusi.

Solusi yang dimaksud Adib adalah optimalisasi daya tampung non zonasi. Kebijakan penambahan daya tampung itu diterapkan di 44 sekolah se-Sumbar. Proses seleksinya sendiri tidak lagi berdasarkan jarak, tapi nilai. Pendaftaran dapat dilakukan 15-16 Juli mendatang setelah surat izin dari kementerian terkait keluar.

Untuk kuotanya tergantung kepada sekolah yang bersangkutan. Jika ada 10 kelas yang biasanya berisi 35-36 siswa maka sekolah tersebut dioptimalkan menjadi 40 siswa per kelas. Artinya jika ada 10 kelas di sekolah tersebut setelah dioptimalkan akan ditambah masing-masing kelas 4-5 siswa. Jadi mungkin saja satu sekolah menambah 40-50 siswa.

DPRD Minta Disdik Verifikasi Ulang Siswa yang Lulus Pakai SKD

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Sumbar Maigus Nasir mengatakan solusi yang ditawarkan oleh Disdik Sumbar mengenai optimalisasi daya tampung non zonasi tidak menuntaskan akar permasalahan.

"Kami menerimanya solusi tersebut, tapi kalau solusinya itu saja, tidak akan menyelesaikan akar masalah," ujarnya.

Kata dia, masyarakat mengadu ke DPRD tentang adanya indikasi penggunaan SKD palsu dalam pendaftaran PPDB Sumbar. Oleh karena itu, Disdik Sumbar harus menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut.

Maigus meminta Disdik Sumbar untuk memverifikasi kembali siswa yang lulus dengan menggunakan SKD.

"Karena ini meresahkan masyarakat yang ingin menuntut keadilan. Bagi mereka, jika anak mereka tidak diterima, tidak masalah sepanjang sesuai aturan. Saya menyarankan agar siswa yang terkait dengan SKD, di-pending dulu. Dilakukan verifikasi ulang. Jika ada yang melakukan penyalahgunaan kewenangan dengan menerbitkan SKD, itu harus ditindak," terangnya.


(fkh/rdk)

Sumber: covesia

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

Indikasi SKD Palsu PPDB Sumbar, Optimalisasi Daya Tampung Dianggap Tak Selesaikan Masalah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya