0
Thumbs Up
Thumbs Down

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

Nusabali
Nusabali - Mon, 20 Jan 2020 13:43
Dilihat: 30
Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan
DENPASAR,
Penyebabnya perayaan Imlek dengan Nataru yang relatif berdekatan. Selain itu juga pengaruh berbagai isu global seperti kasus memanas antara Amerika Serikat-Iran, juga ekonomi yang dirasakan masih payah.

"Memang karena perayaan Nataru kan baru berlalu, sehingga budget liburan dari wisatawan boleh dibilang sudah dihabiskan untuk liburan Nataru lalu," ujar I Nyoman Suarma. Selain itu, Januari merupakan bulan awal tahun merupakan bulan memulai program atau pekerjaan untuk satu tahun ke depan. "Jadi memang sudah terasa kondisinya agak sepi. Informasi dari teman- teman hotel juga tidak ada peningkatan booking kamar," tambah Suarma.

Namun demikian kunjungan wisatawan yang bertalian dengan Imlek tetap ada. Hanya saja volumenya tidak seramai tahun- tahun sebelumnya. "Saya kebetulan juga handle wisman China, juga tetap masih group. Tetapi tidak sebanyak waktu lalu," kata Suarma.

Terpisah Ketua Bali Villa Assosiation (BVA) I Gede Sukarta mengiyakan mepetnya Nataru dengan Imlek berimbas pada volume kunjungan wisatawan. "Untungnya Januari itu masih dalam periode high season," ujar Sukarta.

Maksudnya kata Sukarta, kunjungan wisatawan pada Januari masih lumayan. Walau diakui puncaknya pada pertengahan Desember sampai dengan pertengahan Januari. "Tetap ada kunjungan, tetapi tidak sekencang Desember hingga awal Januari," ujarnya. Ketika itu, kata Sukarta kunjungan ramai. Kualitas wisatawan juga relatif bagus. Hal itu ditandai pembayaran maupun transaksi wisatawan lancar.

Menurut Sukarta yang berat adalah pada Februari sampai Maret nanti, yang merupakan periode low season. Kata Sukarta, jika pada tahun- tahun sebelumnya Imlek jatuh pada Februari, sehingga bisa menambal periode low season Februari - Maret. "Karena Imlek jatuh pada Januari, otomatis Februari kosong," ujarnya.

Namun demikian, peluang untuk menggenjot kunjungan itu tetap ada. Menurutnya Februari- Maret, peluang pasar lain seperti India yang potensial digarap lebih intensif. Sukarta menyatakan, yang namanya industri berbasis hospitality pelaku industri pariwisata tetap melakukan persiapan sebagaimana biasa. Katanya, persiapan tersebut merupakan standar yang memang sudah biasa dilaksanakan pelaku industri. "Seperti kami di villa selalu siap untuk memberi pelayanan semaksimal mungkin," kata Sukarta. *k17
Sumber: Nusabali

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

Imlek Diprediksi Tak Berdampak pada Wisatawan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya