0
Thumbs Up
Thumbs Down

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

rumah123
rumah123 - Tue, 24 Mar 2020 20:02
Dilihat: 26
Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta MenurunIlustrasi Penumpang. Jumlah Penumpang Empat Transportasi Umum Yaitu KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta Menurun Tajam Seiring Penyebaran Virus Corona (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)[/caption]Merebaknya virus corona membuat jumlah penumpang sejumlah transportasi umum seperti MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta menurun.

Kerja dari rumah atau work from home sudah diberlakukan. Sejumlah perusahaan meminta para pekerja beraktivitas di rumah.

Para siswa siswi dan juga mahasiswa mahasiswi juga melakukan pembelajaran atau belajar dari rumah.

Selain itu, himbauan social distancing atau social distance alias menjaga jarak secara sosial juga diterapkan.

Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona tipe 2 atau covid-19 atau SARS-CoV-2.

Tidak heran kalau masyarakat akhirnya memilih untuk berada di rumah saja agar tidak ikut terkena virus atau menjadi carrier.

Penumpang sejumlah transportasi massal seperti BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta, KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta, hingga LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta menurun.

Laman berita online Kompas.com melansir pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Dia menyatakan jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan KRL Commuter Line menurun tajam dalam satu pekan terakhir.

Syafrin melanjutkan penurunan jumlah penumpang transportasi publik ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk menerapkan social distancing.

Masyarakat mengikuti imbauan Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Baca juga:Cegah Penyebaran Virus Corona, Transjakarta Tambah Jam Operasional

Jumlah Penumpang Transjakarta Menurun

Syafrin memaparkan sejumlah data penurunan penumpang KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.

Berdasarkan data jumlah penumpang dalam satu pekan terakhir, jumlah penumpang Transjakarta terus menurun sejak 18 Maret hingga 23 Maret 2020.

Pada 18 Maret, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 531.957 orang. Pada 23 Maret, jumlah penumpang BRT ini hanya 156.041 orang.

Rata-rata jumlah penumpang Transjakarta dalam satu minggu terakhir hanya 375.000 penumpang per hari.

Bandingkan saja dengan jumlah penumpang Transjakarta sebelum penyebaran virus corona yang mencapai 1 juta penumpang setiap harinya.

Baca juga:Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta Kembali Beroperasi Normal

Jumlah Penumpang KRL Commuter Line Menurun 50 Persen

Salah satu transportasi massal lainnya adalah KRL Commuter Line yang mengalami jumlah penurunan penumpang secara drastis.

Penumpang KRL Commuter Line menurun hingga 50 persen. Kereta listrik ini menjangkau sejumlah kawasan penyangga ibu kota.

Pada hari biasa, KRL Commuter Line bisa mengangkut penumpang hingga 1,1 juta orang. Sementara dalam satu pekan terakhir, kereta listrik ini hanya mengangkut sekitar 466.000 orang per hari.

Jumlah penumpang MRT Jakarta juga mengalami penurunan signifikan. MRT Jakarta menjadi transportasi baru pilihan masyarakat.

Sebelumnya, jumlah penumpang kereta MRT Jakarta bisa mencapai 90 ribu sampai 100 ribu penumpang per hari.

Setelah adanya penyebaran virus corona, rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta pada periode 16-23 Maret cuma 19.818 orang per hari.

Hal yang sama juga terjadi pada LRT Jakarta. Jumlah penumpang kereta layang ini juga menurun tajam.

Rata-rata jumlah penumpang LRT Jakarta ini pada hari biasa bisa mencapai 998 orang per hari. Jumlahnya memang tidak besar lantaran jarak tempuh hanya dari Kelapa Gading ke Velodrome Rawamangun.

Pada 22 Maret 2020, jumlah penumpang LRT Jakarta hanya mencapai 422 orang per hari. Penurunan lebih dari 50 persen.

Penurunan jumlah penumpang ini tentunya wajar mengingat masyarakat memilih bekerja dan belajar dari rumah.

Masyarakat memilih untuk tidak bepergian kecuali memang ada keperluan yang mendesak. Saat bepergian pun, masyarakat sudah paham social distancing.

Operator transportasi massal ini juga sudah memberlakukan beberapa peraturan mulai dari melarang penumpang yang memiliki demam tinggi.

Selain itu, pengelola transportasi publik juga melakukan pembersihan bus atau gerbong menggunakan desinfektan untuk membunuh virus.

Baca juga:Jam Operasional Transjakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta Dibatasi


Baca juga:KRL Commuter Line Hanya Sampai Stasiun Manggarai, Transjakarta Buka Rute Baru Ke Halte Tosari

]]>
Sumber: rumah123

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

Imbas Virus Corona, Jumlah Penumpang KRL, MRT, LRT, dan Transjakarta Menurun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya