0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

Republika Online
Republika Online - Sun, 16 Feb 2020 15:00
Dilihat: 36
Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

JAKARTA -- Virus pembunuh bakteri besar mengintai ekosistem seluruh dunia. Virus ini dapat ditemukan di mata air panas hingga danau dan sungai air tawar. Saat ini, sekelompok peneliti telah menemukan beberapa bakteriofag yang sangat besar dan rumit, sehingga mengaburkan batas antara hidup dan tidak hidup.

Bakteriofag, atau disingkat sebagai fag adalah virus yang secara khusus menginfeksi bakteri. Fag dan virus lain tidak dianggap organisme hidup karena mereka tidak dapat melakukan proses biologis tanpa bantuan dan mesin seluler organisme lain.

Namun, bukan berarti virus ini tidak berbahaya. Menurut para peneliti dari sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature pada 12 Februari lalu, fag merupakan pendorong utama perubahan ekosistem karena mereka memangsa populasi bakteri, mengubah metabolisme, menyebarkan resistensi antibiotik dan membawa senyawa yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang virus ini, para peneliti mencari melalui data DNA yang dibuat dari kumpulan sampe di hampir 30 lingkungan berbeda di seluruh dunia. Mulai dari isi peru manusian, hingga bioreaktor di Afrika Selatan, dan sumber air panas di Tibet, China.

Dari DNA tersebut, para peneliti menemukan 351 fag besar yang memiliki genom empat kali atau lebih besar dari rata-rata genom fag. Diantaranya adalah fag terbesar yang ditemukan hingga saat ini dengan genom 735.000 pasangan basa, pasangan nukleotida yang membentuk anak tangga struktur tangga molekul DNA atau hampir 15 kali lebih besar dari fag rata-rata. Perlu diketahui, genom manusia mengandung sekitar 3 miliar pasangan basa.

Fag tersebut merupakan hibrida antara apa yang dianggap sebagai virus tradisional dan organisme hidup tradisional, seperti bakteri dan archaea. Gemon fag besar ini jauh lebih besar daripada genom banyak bakteri.

Para penulis menemukan bahwa banyak gen yang dikode untuk protein yang belum diketahui oleh kita. Mereka menemukan bahwa fag memiliki sejumlah gen yang bukan tipikal virus tetapi tipikal bakteri.

Beberapa gen ini adalah bagian dari sistem yang digunakan bakteri untuk melawan virus dan kemudian diadaptasi oleh manusia untuk mengedit gen, suatu teknik yang disebut CRISPR-Cas. Para ilmuwan tidak mengetahui dengan pasti, tetapi mereka berpikir bahwa sekali fag ini menyuntikkan DNA ke dalam bakteri, sistem CRISPR fag itu sendiri memperkuat sistem CRISPR bakteri.

Dengan cara itu, sistem CRISPR gabungan dapat membantu menargetkan fag lain menyingkirkan kompetisi. Terlebih, para peneliti menemukan bahwa beberapa fag memiliki gen yang mengkode protein diperlukan untuk fungsi ribosom, mesin seluler yang menerjemahkan bahan genetik menjadi protein, molekul yang melaksanakan instruksi DNA.

Protein ini biasanya tidak ditemukan dalam virus, tetapi mereka ditemukan dalam bakteri dan archaea. Beberapa fag yang baru ditemukan juga dapat menggunakan ribosom dalam inang bakteri untuk membuat lebih banyak salinan protein mereka sendiri.


"Biasanya yang membedakan kehidupan dari yang bukan kehidupan adalah memiliki ribosom dan kemampuan melakukan penerjemahan. Itu adalah salah satu fitur utama yang memisahkan virus dan bakteri, bukan kehidupan dan kehidupan. Beberapa fag besar memiliki banyak mesin terjemahan, jadi ini sedikit mengaburkan kalimatnya" ujar rekan penulis penelitian Rohan Sachdeva dari UC Berkeley.

Berita Terkait
  • Prospek Temuan Ilmiah yang Dinanti-nantikan pada 2020
  • Ilmuwan Menduga Endapan Air di Mars Bisa Digali dengan Sekop
  • Kiprah Ilmuwan Muslim Klasik di Iskandariah, Mesir (2-Habis)
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

Ilmuwan Temukan Virus Pemakan Bakteri

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya