0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

Republika Online
Republika Online - Sat, 04 Apr 2020 09:11
Dilihat: 45
Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

JAKARTA -- Sekitar 3,18 juta tahun yang lalu, leluhur manusia purba yang disebut bernama Lucy berjalan di Bumi. Ia termasuk dalam spesies yang disebut Australopithecus afarensis, dengan ciri-ciri yang menjembatani kesenjangan antara manusia dan simpanse.

Lucy memiliki ukuran sekitar 3,5 kaki atau sekitar 105 cm dan 60 pound atau 30 kilogram. Fosilnya adalah beberapa yang paling terkenal dan dipelajari yang pernah ditemukan. Tetapi bagaimana otaknya bekerja?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pekan ini di jurnal Science, dibandingkan dengan simpanse, otak manusia tiga kali lebih besar, diatur secara berbeda, dan matang untuk jangka waktu yang lebih lama. Dalam studi tersebut, para peneliti ingin memahami bagaimana manusia mencapai langkah sosial dan kognitif ini karena evolusi tidak jelas.

Jadi mereka melihat ke fosil tengkorak afarensis, beberapa milik orang dewasa dan lainnya milik anak-anak dan bayi, serta fosil balita bernama Selam. Meskipun otak tidak memfosil, bagian dalam tengkorak yang terpelihara dengan baik dapat membantu para peneliti mengambil petunjuk tentang seperti apa mereka.

CT scan tengkorak memungkinkan untuk melihat endocast, atau jejak otak pada bagian dalam tengkorak.

Lobus oksipital Afarensis, atau pusat visual otak, terletak di bagian depan tengkorak, mirip dengan kera modern. Pada manusia, ini terletak di bagian belakang otak.

Tetapi membandingkan tengkorak bayi dan dewasa menunjukkan lebih banyak pertumbuhan mirip manusia, dengan otak yang berkembang dalam periode waktu yang lama di masa kanak-kanak. Peneliti kemudian dapat menentukan bahwa sementara otak afarensis diorganisasikan mirip dengan kera, otak itu juga berkembang lebih lambat, seperti manusia.

"Lucy dan kerabatnya memberikan bukti penting tentang perilaku awal hominin. Mereka berjalan tegak, memiliki otak yang sekitar 20 persen lebih besar daripada simpanse, dan mungkin menggunakan alat batu tajam," kata Zeresenay Alemseged, rekan penulis studi dan profesor di bidang biologi organisme dan anatomi di University of Chicago.


Berita Terkait
  • Ilmuwan Sebut Usia Homo Erectus Lebih Tua dari Perkiraan
  • Tengkorak Kuno Ungkap Keragaman Manusia Purba di Meksiko
  • Ilmuwan Temukan Bukti Manusia Purba Makan Karbohidrat Nabati
Berita Lainnya
  • Istana Ungkap Alasan Presiden Pilih PSBB Dibanding Lockdown
  • BPS: Kunjungan Turis Asing pada Februari Anjlok 30,42 Persen

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

Ilmuwan Selidiki Ukuran Otak Manusia Purba

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya