0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

Republika Online
Republika Online - Sat, 25 Jan 2020 02:00
Dilihat: 66
Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

JAKARTA -- Sebuah penemuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa reaksi kimia di dasar lautan Enceladus, bulan di Planet Saturnus memiliki adanya sumber energi yang cukup untuk mendukung kehidupan seperti di Bumi. Permukaan Enceladus ditutupi oleh es bersih setebal 18 hingga 24 mil, menjadikannya salah satu benda paling reflektif di tata surya.

Di bawah es di kutub selatan bulan diyakini ada lautan yang sangat besar. Para ilmuwan di Southwest Research Institute (SwRI) telah mengembangkan model baru menjelaskan bagaimana gumpalan gas dan semprotan laut beku yang telah meletus melalui retakan di permukaan Enceladus menunjukkan sebuah dunia yang kompleks di bawah kerak esnya. Antarmuka dinamis dari inti kompleks dan air laut berpotensi menciptakan sumber energi yang mungkin mendukung kehidupan.

"Meski kami belum menemukan bukti keberadaan kehidupan mikroba di lautan Enceladus, semakin banyak bukti untuk ketidakseimbangan kimia menawarkan petunjuk yang menggiurkan bahwa kondisi layak huni bisa ada di bawah kerak es bulan," ujar Hunter Waite dari SwRI, penyelidik utama di balik analisis spektrometer misi Cassini NASA tentang bulan, dilansir Sky News, Jumat (24/1).

Senyawa organik yang diperlukan untuk kehidupan ditemukan dalam gumpalan air oleh probe milik NASA Cassini. Enceladus ditemukan oleh astronom Inggris William Herschel pada tahun 1789 menggunakan teleskop terbesar di dunia, berukuran 1,2 meter.

Kini pesawat probe Cassini melakukan penerbangan melewati kutub selatan Enceladus. Cassini mengambil sampel air yang diduga berasal dari lautan luas di bawah permukaan Enceladus. Senyawa organik, molekul yang mengandung karbon dan penting bagi semua kehidupan yang dikenal kemudian juga ditemukan.

"Bukti laut bawah permukaan mendukung dimasukkannya Enceladus di antara tempat-tempat yang paling mungkin di tata surya kita untuk menjadi tuan rumah kehidupan mikroba," jelas NASA melalui sebuah pernyataan.

Senyawa-senyawa ini, termasuk diantaranya adalah molekul metanol, kini telah terdeteksi dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Dengan menggunakan teleskop radio IRAM, diketahui lebarnya adalah 30 meter, di Sierra Nevada, Spanyol.


Sementara itu, Europa, bulan Jupiter yang jauh lebih besar juga dikenal memiliki air cair di bawah permukaannya. Karena itulah, Enceladus juga bisa menjadi habitat yang memungkinkan bagi mikroba ekstraterestrial. Air di Europa terjaga agar tidak membeku oleh pemanasan gaya pasang surut yang dihasilkan oleh gravitasi gas raksasa yang mengorbit bulan.

Berita Terkait
  • Ilmuwan Ungkap Misteri Rotasi di Planet Saturnus
  • Ilmuwan Pecahkan Misteri Garis Harimau di Bulan Saturnus
  • Berburu Alien ala NASA, Gimana Caranya?
Berita Lainnya
  • Mantan Pejabat OMA Ditunjuk Duterte untuk Otonomi Bangsamoro
  • Gunungkidul Vaksin 11.616 Hewan Ternak

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

Ilmuwan Cari Bukti Bakteri Bisa Hidup di Bulan-nya Saturnus

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya