0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Antvklik
Antvklik - Thu, 16 Sep 2021 12:47
Dilihat: 28
Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging,  Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Perusakan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo oleh pelaku illegal logging, membuat sekelompok gajah liar merusak perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga di Kabupaten Pelalawan, Riau.

antvklik.com - Sebanyak 13 ekor gajah liar merusak perkebunan karet dan kelapa sawit milik warga yang telah berusia sekitar 2 sampai 5 tahun di Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (15/9/2021).

Warga menduga gajah liar tersebut berasal dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, yang kini mulai dibabat hutannya oleh sekelompok pelaku illegal logging sehingga menganggu ruang hidup gajah.

Warga dibantu petugas BKSDA Riau melakukan pengusiran agar gajar liar tersebut kembali masuk hutan dan berkumpul dengan kawanannya.

Sementara, sebagian warga yang gentar dengan amuk mamalia berbadan besar ini, langsung mengungsi mencari selamat.

Menurut Pelaksana Harian Kepala BKSDA Riau, Hartono, 13 ekor gajah liar yang masuk ke kebun warga kali ini, adalah kelompok si buntung, karena didalam kawanannya ada dua ekor gajah yang ekornya buntung.

"Kenapa disebut kelompok buntung karena memang dari tiga belas ekor ada dua ekor yang ekornya itu buntung " Jelas Hartono.

Si Buntung, salah satu pentolan gajah kelompok 13 (antv / Muhammad Arifin )

Kebun karet dan kelapa sawit milik warga berjarak tidak jauh dari kawasan hutan lindung Taman Nasional Tesso Nilo. Wilayah tersebut merupakan bagian dari kantong gajah di Riau.

Warga juga telah melakukan upaya pengusiran, namun kawanan gajah ini tetap kembali ke kebun mereka dan merusak tanaman dan gubuk-gubuk milik warga.

Hingga saat ini, petugas dibantu warga masih melakukan patroli dan penjagaan agar gajah tidak kembali mendekati perkebunan dan perkampungan warga.

Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo adalah salah satu kawasan perlindungan gajah. Saat ini terdapat sekitar 80 sampai 90 ekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Gajah Sumatera masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.


Muhammad Arifin / Dermawansyah | Pelalawan, Riau

Sumber: Antvklik

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

Hutan Dirusak Pelaku Illegal Logging, Kelompok Gajah Buntung Balas Dendam

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya