0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

Nusabali
Nusabali - Tue, 14 Sep 2021 07:06
Dilihat: 40
Hukuman Mati Diganti 20 Tahun PenjaraDENPASAR,
Nasib terpidana mati kasus narkotika asal Sierra Lione, Emmanuel O Ihejirika, 31, yang sempat masuk list akan ditembak mati pada 2014 lalu kini berbalik 360 derajat. Mahkamah Agung (MA) RI akhirnya mengabulkan PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan terpidana Emmanuel melalui penasihat hukumnya, Robert Khuwana dan Dr Frans Hendra Winarta.

Dalam sidang putusan MA tertanggal 7 Mei 2019 lalu, Hakim Agung, Prof Surya Jaya menyatakan mengabulkan permohonan PK yang diajukan terpidana mati Emmanuel O Ihejirika. Hakim Agung juga membatalkan putusan MA nomor 200 K/Pid/2005 tanggal 25 Maret 2005 yang menjatuhkan pidana mati terhadap Emmanuel.

Sementara dalam putusan PK menyatakan terpidana Emmanuel terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana mengimpor narkotika golongan I yaitu heroin seberat 467 gram. "Menjatuhkan pidana penjara selama dua puluh tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara," ujar Robert Khuwana membacakan salinan putusan MA di kantornya di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar pada Senin (13/9).

Dengan putusan PK yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, maka Immanuel yang sudah menjalani penahanan sejak 2004 lalu bisa bebas pada 2024 mendatang. Jika dikurangi remisi semenjak putusan ini dibacakan yaitu pada Mei 2019 lalu, Immanuel bisa saja bebas lebih cepat. "Kami sebenarnya sudah menerima petikan putusan sejak November 2019 lalu. Tapi salinan putusan baru kami dapatkan beberapa hari lalu," tegas Robert.

Setelah menerima putusan PK ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan jaksa untuk melakukan eksekusi. Selanjutnya, pihaknya akan mengurus remisi yang didapatkan terpidana sejak putusan ini dibacakan. "Kami juga akan mengajukan permohonan ke Kemenkumham untuk bisa memindahkan penahanan Immanuel dari Lapas Nusa Kambangan ke Lapas Porong atau Lapas Kerobokan," ujar pengacara senior ini.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Bali, Luga Harlianto yang dikonfirmasi mengatakan akan mengecek salinan putusan PK atas nama terdakwa Emmanuel tersebut. "Besok saya informasikan," ujar Luga yang dikonfirmasi Senin sore.

Seperti diketahui, Immanuel ditangkap Bea Cukai Bandara Ngurah Rai pada 2004 lalu karena menyelundupkan 31 butir kapsul berisi heroin seberat 461 gram. Selanjutnya dalam persidangan di PN Denpasar, Immanuel dijatuhi hukuman seumur hidup.

Lalu dalam tingkat banding di PT Denpasar, hukuman Immanuel naik jadi hukuman mati. Hukuman mati ini diperkuat lagi dalam putusan kasasi di MA nomor 200 K/ Pid/2005 tanggal 25 Maret 2005. *rez
Sumber: Nusabali

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

Hukuman Mati Diganti 20 Tahun Penjara

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya