0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

Republika Online
Republika Online - Fri, 14 Feb 2020 14:48
Dilihat: 26
Hukum Berpuasa di Hari Jumat

JAKARTA -- Banyak keutamaan yang terdapat di hari Jumat. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah di Jumat. Namun, bagaimana hukum melaksanakan ibadah puasa di hari Jumat?

Dalam buku Hukum Fiqih Seputar Hari Jumat, Syafri Muhammad Noor menjelaskan, ketika ada seseorang yang berpuasa di hari jumat, maka ada dua tata cara pelaksanakan yang bisa dibahas. Hukum dari masing-masing praktik tersebut tidaklah sama antara satu dengan lainnya.

Praktik yang pertama adalah berpuasa di hari Jumat dan diikuti puasa pada hari sebelumnya atau hari setelahnya. Kalau model puasanya seperti itu, menurut Syafri, para ulama sepakat praktik tersebut tidaklah terlarang.

Hal ini didasarkan pada beberapa hadits yang memang membolehkan praktik seperti itu. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, yang artinya:

"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian puasa di hari Jumat kecuali melakukan puasa sebelum atau sesudahnya," (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun praktik yang kedua adalah jika ada seseorang yang berpuasa hanya di hari Jumat tanpa diikuti berpuasa pada hari sebelumnya atau hari setelahnya. Kalau model puasanya seperti itu, menurut Syafri, para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan hukumnya. Ada yang menyatakan makruf dan ada pula yang menyatakan mandub.

Mayoritas ulama menjelaskan pelaksanaan puasa di hari Jumat yang tidak dibarengi pada hari-hari sebelumnya atau setelahnya, maka hukumnya makruh. Hal ini didasarkan pada hadits nabi yang melarang tentang praktik puasa khusus di hari Jumat, tanpa ada tambahan puasa di hari selainnya.

Sedangkan sebagian ulama hanafiyah justru menyatakan hukum berpuasa di Jumat saja mandub, yaitu segala sesuatu yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan siksa. Imam al-Hashkafi menyatakan dalam kitabnya, sebagai berikut.

"Hukumnya mandub seperti berpuasa tiga hari setiap pertengahan bulan, dan puasa di hari Jumat meskipun menyendiri (tanpa diikuti hari sebelumnya atau setelahnya) dan puasa hari arafah meskipun untuk orang yang berhaji selama tidak membuatnya menjadi lemah".


Ada juga ulama malikiyah yang bernama Imam Ad-Dardiry berpendapat demikian. Dalam kitab As-Syarh al-Kabir li ad-dardiry wa hasyiyatu ad-dasuqi dijelaskan, "Hukum berpuasa di hari Jumat saja tanpa diikuti satu hari sebelumnya atau setelahnya adalah mandub".

Berita Terkait
  • Jamaah Tarekat Sattariyah Sumbar Baru Mulai Puasa Hari Jumat
  • Jamaat Sattariyah Sumbar Mulai Puasa Jumat Besok
Berita Lainnya
  • Thailand Temukan Enam Kasus Baru Virus Corona
  • Arena Bermain di IBF 2020 Bisa Tampung 400 Anak

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

Hukum Berpuasa di Hari Jumat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya