0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Republika Online
Republika Online - Tue, 10 Dec 2019 19:15
Dilihat: 36
Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Nikmat Allah SWT selalu memayungi keseharian manusia. Salah satu nikmat terbesar-Nya adalah waktu. Waktu adalah sesuatu yang menggenangi hidup manusia, tapi kehadirannya kadang tidak disadari.

Bukan hanya tidak disadari, bahkan disia-siakan. Sabda Rasulullah SAW, ''Dua nikmat yang sering dan disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan kesempatan,'' (HR Bukhari). ''Waktu adalah sungai yang mengalir ke seluruh penjuru sejak dahulu kala, melintasi pulau, kota, dan desa, membangkitkan semangat atau meninabobokan manusia. Ia diam seribu bahasa, sampai-sampai manusia sering tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya, walaupun segala sesuatu, selain Tuhan, tidak akan mampu melepaskan diri darinya,'' tutur Malik bin Nabi.

Alquran memberikan perhatian khusus pada waktu sehingga Allah SWT berulangkali bersumpah dengan berbagai kata yang menunjuk pada waktu-waktu tertentu.

Misalnya wallaili (demi malam), waannahar (demi siang), walfajr (demi fajar) dan lain-lain. Alquran menggunakan minimal empat kata untuk menunjukkan waktu: pertama, ajal yang menunjukkan waktu berakhirnya sesuatu, seperti berakhirnya usia manusia atau masyarakat (QS Yunus [10]: 49). Kedua, dahr yang digunakan untuk durasi masa alam raya dalam kehidupan dunia, yakni sejak penciptaan sampai punahnya semesta. (QS al-Insan [76]:1). Ketiga, waqt digunakan dalam arti batas akhir kesempatan atau peluang untuk menyelesaikan suatu peristiwa, atau kadar tertentu dari satu rentang masa (An Nisa [4]:103). Keempat, al-Ashr yang dimaknai sebagai saat-saat yang dialami manusia yang harus diisi dengan keimanan dan produktivitas amal shalih.

Waktu dihadirkan Allah SWT dengan tujuan-tujuan tertentu. Salah satu tujuan utamanya ialah sebagaimana dipaparkan Alquran, ''Dia (Allah SWT) menjadikan malam dan siang dan silih berganti untuk memberi waktu (kesempatan) kepada orang yang ingin mengingat (mengambil pelajaran) atau orang yang ingin bersyukur.'' (QS al-Furqan [25]:62).

'Mengingat' terkait dengan masa silam, itu mengindikasikan pentingnya instrokpeksi dan kesadaran akan masa lampau yang mengantarkan manusia ke gerbang perbaikan dan peningkatan mutu dirinya. Lalu, 'bersyukur' berarti menggunakan segala potensi yang dianugerahkan Allah SWT sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Jadi, meminjam istilah Nabi SAW, waktu itu laksana pedang, bergerak silih-berganti menebas siapapun yang melalaikannya. Waktu merentang dari hulu kelahiran dan berujung pada muara kematian. ''Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. (QS al-Hasyr [59]:18).


Berita Terkait
  • Betapa Pentingnya Waktu
  • Mencuri Waktu
  • Jangan Buang Waktu
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

Hikmah di Balik Diciptakannya Pergantian Masa bagi Muslim

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya