0
Thumbs Up
Thumbs Down

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 19 Aug 2019 16:26
Dilihat: 55
Jakarta

Gelombang digitalisasi terus merambah ke berbagai sektor industri. Tak terkecuali di industri layanan kesehatan. Sebut saja dengan mulai bermunculannya para pemain healthtech seperti Halodoc, Klikdokter hingga beberapa layanan digital yang terintegrasi dengan lembaga kesehatan seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kehadiran pemain baru di industri kesehatan nasional ini juga terbukti sukses menjawab kebutuhan pasar selama ini dalam hal layanan kesehatan yang lebih baik. Simpulan itu setidaknya bisa dilihat dari survei yang dilakukan Deloitte Indonesia bekerja sama dengan Bahar dan Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) Indonesia, di mana mayoritas masyarakat mengaku puas terhadap layanan yang diberikan para pelaku healthtech tersebut.

Baca Juga: Hadapi Disrupsi, Begini Kondisi Ekosistem Healthtech Masa Kini

Dalam survei tersebut, sekitar 84,4% pengguna layanan kesehatan digital mengaku puas dengan layanan yang ada. Founder dan Chairman Chapters Indonesia Luthfi Mardiansyah menyatakan bahwa kepuasan yang dirasakan pelanggan meliputi kepraktisan, kenyamanan, biaya rendah, dan banyaknya pilihan yang bisa dipilih konsumen.

"Masyarakat secara langsung bisa merasakan convenience (kenyamanan) dengan sistem yang ada saat ini. Konsumen merasakan layanan (healthtech) ini banyak manfaatnya. Banyak pilihan dari sisi pelayanan sampai resep obatnya. Apakah dia hanya mau cek kondisi atau sekalian minta resep obat," ujar Luthfi di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Tak hanya itu, menurut Luthfi, layanan digital juga bisa dipilih sebagai opsi kedua bila pelanggan atau penderita penyakit tidak bisa datang ke rumah sakit yang bersangkutan.

Namun, tumbuhnya layanan kesehatan digital harus dibarengi dengan tumbuhnya infrastruktur kesehatan yang memadai dan regulasi data yang telah terkumpul pada layanan tersebut.

Baca Juga: BlueChilli Luncurkan HealthTech Accelerator untuk Asia Tenggara

"Sebab masih ada 15,6% pengguna yang masih merasa tidak puas dengan layanan kesehatan digital. Ini harus disikapi. Kenapa mereka tidak puas? Pertama, data privacy-nya bagaimana? Siapa yang simpan riwayat kesehatan kita saat berobat melalui aplikasi, pemilik aplikasi atau rumah sakit?" tegas Luthfi.

Penulis: ***

Editor: Rosmayanti


Foto: Warta Ekonomi

Sumber: wartaekonomi

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

Healthtech Sukses Jawab Kebutuhan Pasar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya