0
Thumbs Up
Thumbs Down

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Rumah
Rumah - Tue, 28 Jan 2020 12:30
Dilihat: 52
Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

-Pasokan pasar properti masih banyak dan harga property masih alami tekanan. Agar mencapai kesepakatan harga, pembeli dan penyewa memiliki ruang gerak yang lebih leluasa untuk bernegosiasi.

Dinamika sektor properti dalam beberapa tahun belakangan sempat mengalami minimnya permintaan. Saat ini pasar mulai menunjukkan peningkatan positif yang ditandai dengan membaiknya tingkat hunian.

Sementara itu, pembeli atau penyewa memiliki ruang gerak yang lebih leluasa dalam bernegosisasi untuk mencapai kesepakatan harga. Ini karena terjadi tekanan terhadap harga dan sewa properti yang masih berlanjut.

"Konsumen memiliki ruang negosiasi yang lebih luas, Hal itu dikarenakan pasar juga masih kelebihan pasokan. Selain itu, pasar dalam kondisi minim permintaan," jelasnya

Saat ini, rata-rata kisaran harga unit apartemen di Jakarta berada pada level Rp26,6 juta per meter persegi. Secara indeks, unit apartemen kategori gedung lower middle rata-rata dihargai sebesar Rp17,6 juta per meter persegi dan gedung mid-end rata-ratanya dihargai Rp24,3 juta per meter persegi.

Sementara harga jual unit apartemen di gedung upper-middle adalah Rp34,3 juta per meter persegi, gedung upper sebesar Rp43,7 juta per meter persegi, dan high-end sebesar Rp 58,6 juta per meter persegi.

Baca juga:Tips Negosiasi Dengan Bank Saat Ajukan KPR

Ke depannya, Anton Sitorus mengharapkan volume transaksi di pasar properti terus meningkat. Hingga saat ini, terdapat 168.400 unit apartemen yang berada di area Jakarta dengan jumlah penyerapan mencapai 81% dari total unit. Angka itu sudah termasuk unit apartemen yang baru dibuka pada 2019 sebanyak 19.100 unit dengan penyerapan sebanyak 2.100 unit.

Jeffrey Hong, Managing Director Savills Indonesia mengatakan bahwa potensi pasar properti di Jakarta dan Indonesia masih cukup besar.Namun, kondisi perlambatan ekonomi yeng mewarnai kegiatan bisnis sangat memengaruhi sentiment investor maupun pengembang. Tidak terkecuali bagi pembeli dan end-usernya.

Akibatnya volume transaksi pasar properti dalam 3-4 tahun terakhir menjadi terbatas dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ke depannya, Jeffrey memperkirakan sentimen pasar akan berangsur-angsur membaik seiring perbaikan program ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Dia menambahkan bahwa diperlukan konsensus dan keseriusan bersama seluruh stakeholder properti baik pihak swasta dan pemerintah. Hal ini guna meningkatkan kepercayaan investor dan minat pembeli atau user untukmenanamkan modalnya di sektor properti dalam negeri.

"Melalui inovasi produk, regulasi yang kondusif, serta kompetisi yang sehat untuk mewujudkan recovery pasaryang struktural dan berdampak signifikan bagi ekonomi," tekannya.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalamPanduan dan Referensi.


Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Rumah

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya