0
Thumbs Up
Thumbs Down

Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

Rumah
Rumah - Tue, 28 Jan 2020 12:30
Dilihat: 72
Harga Properti Masih Alami Tekanan, Konsumen Bisa Negosiasi

-Pasokan pasar properti masih banyak dan harga property masih alami tekanan. Agar mencapai kesepakatan harga, pembeli dan penyewa memiliki ruang gerak yang lebih leluasa untuk bernegosiasi.

Dinamika sektor properti dalam beberapa tahun belakangan sempat mengalami minimnya permintaan. Saat ini pasar mulai menunjukkan peningkatan positif yang ditandai dengan membaiknya tingkat hunian.

Sementara itu, pembeli atau penyewa memiliki ruang gerak yang lebih leluasa dalam bernegosisasi untuk mencapai kesepakatan harga. Ini karena terjadi tekanan terhadap harga dan sewa properti yang masih berlanjut.

"Konsumen memiliki ruang negosiasi yang lebih luas, Hal itu dikarenakan pasar juga masih kelebihan pasokan. Selain itu, pasar dalam kondisi minim permintaan," jelasnya

Saat ini, rata-rata kisaran harga unit apartemen di Jakarta berada pada level Rp26,6 juta per meter persegi. Secara indeks, unit apartemen kategori gedung lower middle rata-rata dihargai sebesar Rp17,6 juta per meter persegi dan gedung mid-end rata-ratanya dihargai Rp24,3 juta per meter persegi.

Sementara harga jual unit apartemen di gedung upper-middle adalah Rp34,3 juta per meter persegi, gedung upper sebesar Rp43,7 juta per meter persegi, dan high-end sebesar Rp 58,6 juta per meter persegi.

Baca juga:Tips Negosiasi Dengan Bank Saat Ajukan KPR

Ke depannya, Anton Sitorus mengharapkan volume transaksi di pasar properti terus meningkat. Hingga saat ini, terdapat 168.400 unit apartemen yang berada di area Jakarta dengan jumlah penyerapan mencapai 81% dari total unit. Angka itu sudah termasuk unit apartemen yang baru dibuka pada 2019 sebanyak 19.100 unit dengan penyerapan sebanyak 2.100 unit.

J