0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 03 Jul 2020 15:15
Dilihat: 29
Gaza

Wakil kepala biro politik Hamas, Saleh Al-Arouri, bersama pejabat senior Fatah, Jibril Rajoub, mengumumkan keputusan untuk bersatu menanggapi masalah aneksasi yang dilakukan Isarel. Kedua kelompok yang bersaing ingin melakukan pertemuan virtual untuk menyampaikan upaya yang akan dilakukan bersama-sama.

Kantor Berita Palestina menerbitkan laporan tentang pertemuan yang diadakan oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dengan Rajoub di Ramallah pada Rabu (1/7/2020). Pertemuan ini untuk menunjukkan dukungan bagi upaya Rajoub untuk mendekati Hamas.

Baca Juga: Israel Masih Membandel, Hamas Luncurkan Rentetan Roket

Publik Palestina menyatakan pandangan berbeda tentang pemulihan hubungan antara kedua rival tersebut. Beberapa memuji langkah itu dan yang lain menunjukkan pesimisme.

"Kami telah hidup melalui sengketa politik sejak awal. Ada banyak upaya rekonsiliasi. Kenapa harus bekerja sekarang?" kata warga Palestina, Mahmoud Aidiya menanggapi dengan positif, tetapi merasa tidak optimistis.

Jalur Gaza telah mengalami resesi ekonomi selama bertahun-tahun, yang meningkat dengan krisis Covid-19. Sementara ancaman dari faksi-faksi Palestina untuk meningkatkan kekerasan terhadap Israel telah berlipat ganda sejak rencana aneksasi diumumkan secara resmi.

"Saya tidak berpikir rekonsiliasi akan meningkatkan kondisi saat ini di Jalur Gaza. Kami telah hidup dalam situasi ini selama bertahun-tahun," ujar Ghadeer Akram.

Pria berusia 26 tahun ini menyatakan, Fatah dan Hamas tidak memiliki niat rekonsiliasi. Banyak warga yang tidak mempercayai mereka dan harus menghadapi kenyataan sesungguhnya.

Kedua kelompok telah gagal mencapai rekonsiliasi selama 13 tahun sejak perpisahan politik. Bahkan setelah menandatangani lebih dari satu perjanjian untuk tujuan ini, yang terakhir adalah di Kairo, pada 2017.

Al-Arouri yang berada di Beirut dan Rajoub dari Ramallah, menyatakan upaya bersama melawan rencana Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat dan Lembah Yordan.

"Kami akan membuka halaman baru dan menyajikan model bagi orang-orang kami, keluarga dan para martir," ujar Rajoub.

Rajoub menjelaskan bahwa langkah-langkah akan disepakati untuk mengadakan pemilihan umum dan menghormati hasilnya. Sementara itu, Al-Arouri setuju dengan yang disampaikan oleh lawan politiknya.

Al-Arouri mengatakan, meskipun kedua organisasi sering berselisih, mereka tidak berbeda dalam menghadapi pekerjaan dan rencana menanggapi aneksasi yang akan dilakukan Israel.

"Kita harus mengatasi perbedaan kita ... untuk kepentingan perjanjian strategis dan mendasar berkaitan dengan masalah eksistensial pendudukan," katanya.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Reuters/Mohammed Salem

Sumber: wartaekonomi

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

Hamas-Fatah Bersatu, Rakyat Palestina: Kenapa Baru Sekarang?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya