0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

Republika Online
Republika Online - Thu, 01 Oct 2020 15:19
Dilihat: 55
Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

SLEMAN -- Dampak pandemi Covid-19 memang telah menyerang hampir semua lini kehidupan. Namun, di tengah-tengah kondisi sulit justru perlu sikap pantang menyerah, dan sangat penting senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Pemilik Rumah Warna, Nanang Syaifurrozy, menceritakan pengalam ketika pandemi Covid-19 membuat bisnis yang dijalankan harus anjlok 80 persen. Namun, ia mengaku tidak menyerah dan terus berprasangka baik kepada Allah SWT.

Ternyata, berpegang teguh dalam ketaatan secara spiritual justru memberinya jawaban. Tanpa disangka, ikhtiar maksimal bisnisnya membuat pelindung wajah, Nanang mendapat banyak orderan dan menutupi kerugian yang sebelumnya.

"Suatu yang kecil dan sepele kalau Allah SWT ridho akan dimudahkan dan dilancarkan dalam segala hal. Allah akan mendatangkan rezeki yang tidak disangka," kata Nanang dalam Growth Talk Online Ibisma Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (1/10).

Ia membenarkan, faktor-faktor orang berbisnis seperti kebutuhan materi dan dorongan emosional bisa membut orang berjuang lebih. Bahkan, mereka yang berangkat dari dorongan emosional kerap membuatnya lebih tahan banting.

Namun, Nanang mengingatkan, ada faktor lain yaitu spiritual. Terlebih, bagi seorang Muslim berbisnis harus ada dalam selimut spiritual sebagai motivasi tertinggi. Sehingga, ukuran sukses bisa pula spiritual, bukan cuma duniawi.

"Tujuannya, tidak hanya memperbanyak harta tapi kebermanfaatan bagi orang lain. Keberkahan jadi tolak ukur keberhasilan yang menambah ketaatan diri, yang dikejar bukan seberapa yang didapat tapi ketenangan hati," ujar Nanang.

Pemilik Villa Crepes, Laksono Wahyu Nino menuturkan, penting pula melakukan intropeksi terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Hal itu untuk menghindari dari sifat takabur dan merasa diri sendiri yang paling mampu lakukan semua.

Terlebih, ia mengingatkan, sifat takabur itu sendiri merupakan salah satu penghambat diturunkannya rezeki. Termasuk, tidak jujur kepada pelanggan, tidak amanah dalam bekerja dan akad yang belum dilakukan sesuai syariat.


"Jangan dilakukan walaupun keuntungan menggiurkan, tetap berpegang teguh terhadap syariat. Intropeksi jadi satu kunci hadapi krisis dalam berbisnis, jangan lupa bersabar dan bertaqwa hadapi bisnis yang sedang alami krisis," ujar Laksono.

Berita Terkait
  • Wahyu Allah ke Nabi Uzair yang Diklaim Yahudi Anak Tuhan
  • Perlakuan Khusus Allah Kepada Orang Mukmin
  • Bagaimana Mungkin Ahli Maksiat Bisa Bangga dengan Dosanya?
Berita Lainnya
  • Arkeolog Temukan Bukti Pembantaian Zaman Besi
  • Putin dan Macron Desak Armenia-Azerbaijan Gencatan Senjata

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

Hadapi Krisis, Penting Berprasangka Baik kepada Allah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya