0
Thumbs Up
Thumbs Down

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

okezone
okezone - Thu, 27 Feb 2020 21:22
Dilihat: 18
Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

SOLO - Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor San Afri Awang, mengatakan bahwa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) secara substansi tidak hilang dari RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

'Tidak ada penghapusan. Amdal kalau ada yang bilang hilang, harusnya dia baca dulu draft RUU-nya secara lengkap. Meskipun nomenklatur izin lingkungan dihilangkan, namun substansi muatan dari izin lingkungan tersebut tidak dihilangkan, namun masuk dalam izin usaha,'' kata San Afri pada media, Kamis (27/2/2020).

Menurut San Afri, semangat yang diusung RUU Omnibus Law adalah penyederhanaan regulasi. Dikatakannya selama ini banyak investasi yang akan masuk namun terganjal masalah. Amdal Masalahnya tidak hanya sistem birokrasi yang berbelit-belit, namun juga faktor oknum yang 'bermain' untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca Juga: Puan Tegaskan DPR Tak Mau Buru-Buru Bahas Omnibus Law

''Sistem keluarnya izin usaha sering terganjal karena Amdal yang tidak keluar-keluar. Ini terjadi karena permainan oknum juga. Jadi sistem dan oknum dalam sistem yang lemah inilah yang kemudian dibenahi lewat RUU Omnibus Law,'' katanya.

Pendekatan perizinan lingkungan dalam Omnibus Law kata San Afri adalah berbasis pendekatan resiko. Setiap kegiatan dan usaha harus dilihat dulu potensi resikonya. Omnibus Law membagi resiko menjadi resiko tinggi, sedang dan rendah atau resiko kecil.

''Resiko tersebut akan dibuatkan standar baku mutunya. Resiko tinggi wajib dilakukan Amdal, resiko sedang dampak dikelola melalui UKL dan UPL, dan resiko rendah dilakukan dengan sistem registrasi melalui standar baku sebagai alat kontrol,'' jelasnya.

Sementara itu, Sekjen KLHK Bambang Hendroyono mengatakan bahwa dalam RUU Omnibus Law, persetujuan dokumen Amdal dalam bentuk Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup akan diintegrasikan ke dalam perizinan berusaha dan akan menjadi dasar penerbitan izin usaha.

Baca Juga: DPR Bersama Pemerintah Akan Sosialisasikan Omnibus Law Cipta Kerja agar Tak Gaduh

''Konsep rumusan ini pada dasarnya memposisikan persyaratan dan kewajiban dari aspek lingkungan menjadi lebih powerfuul. Bila sebelumnya izin lingkungan berada di luar izin usaha, maka sekarang ia berada di dalam (built in)," jelasnya.


"Kalau sebelumnya izin usaha dan izin lingkungan berjalan sendiri-sendiri, sekarang diubah menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan. Jadi kalau tidak memenuhi persyaratan aspek lingkungan, lewat RUU Omnibus Law, maka izin usahanya bisa dicabut,'' jelas Bambang.

Sumber: okezone

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

Guru Besar UGM: Tak Ada Penghapusan Amdal di RUU Omnibus Law

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya