0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

okezone
okezone - Thu, 15 Aug 2019 12:05
Dilihat: 24
Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

JAMBI - Direktur Perkumpulan Hijau, Koordinator Simpul Jaringan Pantau Gambut Jambi, Fery menyesalkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga teratasi dengan baik. Bahkan, dia menilai, pemerintah daerah gagal mengantisipasi terjadinya karhutla.

"Saya menilai pemerintah daerah telah lalai dalam mengelola lahan gambut ini. Artinya yang dibentuk BRG (Badan Restorasi Gambut) itu gagal, gagal total. Karena sudah ada api, seharusnya tidak terjadi kebakaran lahan gambut seperti saat ini," urai Feri kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Baca Juga: Kepergok Bakar Lahan, Kakek Tua Renta Ini Ditangkap Polisi

Kebakaran yang terjadi sekarang, katanya, terjadi di lahan gambut sehingga membuat petugas Satgas Karhutla kesulitan untuk memadamkan api.

Karena itu, Feri pesimis lahan gambut yang terbakar pada musim kemarau saat ini sulit dipadamkan. "Persoalannya mampu apa tidak memadamkan api di lahan gambut, karena gambut itu sudah rusak dari sebelumnya," kata Feri.

Menurutnya, salah satu caranya untuk mengantisipasi kebakaran tidak meluas di lahan gambut dengan cara pembasahan total, perendaman lokasi tersebut dengan air.

"Kita saat ini tidak bisa menyalahkan tim Satgas Karhutla yang setiap hari memadamkan api di lokasi, karena tugas mereka pas ada kebakaran baru diturunkan. Nah, seharusnya sebelum terjadi kebakaran itu dikelola lahannya dengan benar," tutur Feri.

Selanjutnya, dia mencontohkan agar adanya kebijakan di sektor gambut. Sebab, yang merusak gambut karena adanya faktor kekeringan-kekeringan. "Harusnya BRG, pihak perusahaan dan gubernur bisa mengelola lahan gambut itu. Seharusnya ada komitmen dalam bentuk kerja dari gubernur," sambungnya.

Dengan adanya kejadian ini, dirinya teringat BRG pernah menggelar Joint Symposium pada 31 Mei 2016 lalu soal Merestorasi Gambut Indonesia, di Ruang Rimbawan 1, Manggala Wanabakti.

"Kegiatannya saat itu, dimaksudkan untuk memperkuat komitmen 11 Perguruan Tinggi dan Pemimpin Daerah yang ada di wilayah daerah rawan kebakaran lahan dan gambut," ujarnya.

Saat itu, kata Feri, secara konkret komitmen mereka telah disepakati bersama dalam MoU yang telah ditandatangani sebagai keseriusan mereka untuk berkontribusi secara nyata merestorasi gambut di wilayahnya masing-masing.

"Pada saat itu, Gubernur Jambi masih Zumi Zola menyampaikan salah satu komitmennya adalah "Apabila ada perusahan yang lalai ketika lahannya terbakar tetapi tidak cepat memadamkan, maka saya sendiri yang akan merekomendasikan untuk dicabut izinnya".


"Artinya apa? Pemerintah daerah sekarang harus melanjutkan penelitian-penelitian yang menjadi komitmen Zola. Itu supaya tidak gagal dalam mengantisipasi kebakaran lahan di Provinsi Jambi," tutur Feri.

Sumber: okezone

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

Gubernur Jambi Diminta Cabut Izin Perusahaan yang Lahannya Terbakar

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya