0
Thumbs Up
Thumbs Down

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 12 Aug 2020 10:29
Dilihat: 62
Jakarta

Boikot Amerika Serikat (AS) terhadap WeChat bisa mengancam eksistensi iPhone milik Apple di Negeri Tirai Bambu. Mengapa demikian?

MengutipKrAsia, Rabu (12/8/2020), perintah eksekutif baru Presiden AS, Donald Trump berpotensi mengganggu bisnis iPhone Apple di China. Sebab, aturan itu melarang individu dan perusahaan AS bertransaksi dengan WeChat dan segala lini bisnisnya.

Administrasi Trump menyebut, akan ada penjelasan lebih lanjut soal rincian jenis transaksi dalam aturan itu. Namun, sejumlah pihak mengatakan, "itu merupakan upaya untuk menghalangi perusahaan AS beroperasi di China."

Baca Juga: Gegara Sanksi Amerika, Huawei Terancam Kehabisan ....

Baca Juga: Uni Eropa Hukum China, Rusia, dan Korut! Gegara Serangan ....

Beberapa analis bahkan menilai, Apple tampaknya mesti berhenti menawarkan aplikasi WeChat di iOS App Store seluruh dunia. Namun, jika itu terjadi, maka Apple akan terkena dampak besar.

"Pengiriman iPhone global bisa turun 25%-30% tahun ini," begitulah perkiraan dari Analis TF International Securities, Ming-chi Kuo yang terkenal dengan risetnya terhadap Apple.

Kuo melanjutkan, itu juga akan mengurangi pengiriman produk populer lain, seperti AirPod, iPad, MacBook, dan Apple Watch di kisaran 15%-25%.

Ia menambahkan, "jika aplikasi dihapus dari App Store AS, pengiriman produk mungkin turun kurang dari 3%."

Sayangnya, Apple tak menanggapi pertanyaan terkait potensi penghapusan WeChat dari App Store.

Asal tahu saja, pengguna iPhone di China tampak lebih memilih WeChat ketimbang iPhone. Buktinya, dalam jajak pendapat di Weibo yang menanyakan 'akankah kamu beralih dari iPhone kalau WeChat tak lagi tersedia di iOS?', lebih dari 1,2 juta dari 1,3 juta orang memilih mengganti ponselnya.

Meski jajak pendapat itu tak mewakili seluruh China, sentimen itu nyata. Sebab, WeChat lebih dari sekadar aplikasi perpesanan bagi pengguna di China. WeChat merupakan aplikasi pembayaran seluler terbesar di China, berkontribusi hampir 40% dari 8,4 triliun dolar AS dalam transaksi pembayaran seluler pada kuartal IV 2019.

Di sisi lain, Apple juga makin bergantung pada pasar China. Menurut perkiraan Canalys, China merupakan pasar iPhone terbesar kedua tahun lalu. Laporan pendapatan terbaru Apple menunjukkan, China daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan menyumbang lebih dari 15% pendapatan Apple.

Penjualan iPhone di China juga masih bertumbuh berkat potongan harga yang agresif serta popularitas iPhone 11 dan iPhone SE.

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna


Foto: REUTERS/Petar Kujundzic

Sumber: wartaekonomi

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

Gegara Trump Boikot WeChat, Bisnis Apple di China Terancam Goyah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya