0
Thumbs Up
Thumbs Down

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

Republika Online
Republika Online - Thu, 02 Jul 2020 22:28
Dilihat: 51
Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

ISLAMABAD- Sebuah institusi keagamaan, Jamia Asharfia, di Pakistan menerbitkan fatwa menentang pembangunan Pura Krisna di Ibu Kota Islamabad. Institusi itu juga mengajukan tuntutan ke pengadilan agar pembangunan Pura dihentikan.

Pembangunan Pura itu dimulai pada 23 Juni lewat kegiatan groundbreaking setelah disetujui Perdana Menteri Imran Khan.

Khan memang menjanjikan kebebasan beribadah bagi minoritas sejak 2018 (Hindu) setelah kemenangannya di pemilu. Setahum sebelum Khan menang di parlemen, pembangunan Pura Krisna disetujui dengan pemberian tanah ke Komite Hindu lokal di Islamabad.

Konstruksi Pura disetujui otoritas pembangunan Islamabad. Khan mengumumkan pemberian hibah Rs 10 juta untuk masa awal konstruksi.

Luas Pura diperkirakan 20 ribu kaki persegi. Sekertaris Parlemen bidang HAM Lal Chand Malhi yang memulai groundbreaking ditugasi sebagai konstruksi.

Malhi menyebut Pura Krisna akan jadi yang pertama dibangun di Islamabad. Pembangunannya hasil sumbangan pengikut Hindu karena dana dari pemerintah belum diterima.

Malhi menyebut ada sebagian struktur Pura di Islamabad sebelum terjadi pemisahan Pakistan-India. Namun bekas struktur bangunan kuno ini dianggap hilang.

Pembangunan Pura ditentang Jamia Asharfia yang menerbitkan fatwa penolakan. Fatwa itu menyatakan pembangunan Pura tak diizinkan di bawah hukum Islam.

Fatwa tersebut didukung ulama karena Islam dianggap memperbolehkan tempat ibadah umat agama lain yang sudah ada, tapi melarang pembangunan yang baru.

Selain lewat fatwa, Muslim Pakistan menempuh jalur hukum demi mencegah berdirinya Pura Krisna. Pengadilan Tinggi belum menerima permintaan pembatalan pembangunan Pura atas dasar kebebasan beragama. Namun Pengadilan Tinggi meminta pemerintah meninjau apakah pembangunan Pura sudah sesuai aturan atau tidak.

Diketahui, Jamia Asharfia merupakan institusi berpengaruh di Pakistan dimana banyak orang belajar Islam. Bahkan sebagian pelajar berasal dari luar negeri.

Jamia Asharfia diperkirakan berdiri bersamaan dengan Pakistan itu sendiri. Konstruksi Pura merupakan permintaan penganut Hindu sejak 1970an. Pura baru dklaim untuk menunjang penganut Hindu yang bertambah.

Sumber: https://www.indiatoday.in/world/story/fatwa-against-krishna-temple-in-islamabad-10-points-1696133-2020-07-02


Berita Terkait
  • India Berupaya Ekstradisi Dalang Serangan Mumbai 2008
  • Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang Kelompok Bersenjata
  • Iran Dukung Persatuan Dunia Islam yang Digaungkan Imran Khan
Berita Lainnya
  • Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan
  • Gusdurian Depok Gencarkan Gerakan Ketahanan Pangan

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

Fatwa Hingga Hukum untuk Hadang Kehadiran Pura di Pakistan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya