0
Thumbs Up
Thumbs Down

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Republika Online
Republika Online - Thu, 12 Dec 2019 23:24
Dilihat: 28
Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Para pakar dan praktisi pendidikan nasional mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi semata. Pun, proses pendidikan di generasi muda diharapkan tidak hanya berpaku pada tolok ukur kuantitas dan penguasaan kompetensi saja.

"Kita bisa melihat sejarah dunia. Tidak sedikit negara yang kekuatan ekonominya adidaya, tingkat kesejahteraan warganya sangat tinggi, masyarakatnya pintar-pintar, militernya kuat, tapi tetap saja mereka bubar. Contohnya Uni Soviet. Itu artinya capaian ekonomi, penguasaan kompetensi hingga kekuatan militer itu penting, tapi bukan yang utama. Lalu yang utama apa? Rasa dan semangat kebangsaan," ujar Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo, berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (12/12).

DIskusi tersebut diselenggarakan atas kerjasama Aliansi Kebangsaan, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI).

Secara lebih mendalam, Pontjo menyebut bahwa semangat kebangsaan dapat diartikan sebagai dorongan dan semangat warga negara untuk hidup bersama dalam lingkup sebuah bangsa dan negara. Semangat inilah yang bila berkaca pada realitas di masyarakat yang terjadi saat ini dalam pandangan Pontjo sudah sangat memprihatinkan.

"Dalam kehidupan politik dewasa ini kita sudah bisa melihat sinyal-sinyal bahwa semangat hidup bersama itu sudah sangat tergerus. Masing-masing kelompok merasa dirinya paling benar, paling penting. Lalu kelompok lain dianggap nggak penting. Kalau sinyal-sinyal seperti ini dibiarkan, maka lama-lama negara dianggap tidak perlu lagi ada. Semua mau hidup sendiri-sendiri saja. Perekat kebangsaannya sudah hilang. Ini yang terjadi di (Uni) Soviet," tutur Pontjo.

Tak hanya semangat kebangsaan, tugas pendidikan juga adalah membentuk warga-warga negara yang unggul dan siap setiap saat membela bangsanya di tengah ekosistem dunia. Pontjo mengibaratkan dalam sebuah pasukan militer, di mana kuat atau lemahnya pasukan tersebut akan sangat ditentukan oleh kualitas para prajurit yang tergabung di dalamnya.

"Jangan hanya memposisikan individu-individu dalam negara itu semata-mata sebagai penduduk, tapi lebih pada seorang warga negara. Seperti arti katanya sendiri, seorang penduduk semata-mata hanya orang yang menduduki atau menempati wilayah sebuah teritori kenegaraan. Dia sifatnya pasif. Tapi kalau warga negara lebih menekankan bahwa masing-masing individu yang berkumpul dalam satu negara itu punya kewajiban untuk membela negaranya setiap saat ketika dibutuhkan," sahut Juru Bicara YSNB, Bambang Pharma, dalam kesempatan yang sama.


Berita Terkait
  • Menanam Karakter Semangat Kebangsaan
  • PTKIN se-Indonesia Sepakat Perkuat Moderasi dan Kebangsaan
  • Mensos Gelorakan Semangat Kebangsaan dari Tanah Luwu
Berita Lainnya
  • Klopp Sanjung Penampilan Pemain Pelapis Liverpool
  • Instagram Perketat Pendaftaran dengan Tanggal Lahir

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

Faktor Ini Bisa Jadi Ancaman Indonesia Saat Ini

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya