0
Thumbs Up
Thumbs Down

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

okezone
okezone - Mon, 20 Jan 2020 07:12
Dilihat: 27
Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah pada awal tahun baru ini menguat hingga menyentuh angka Rp13.600 per USD. Salah satu penyebab penguatan kurs Rupiah terdorong masuknya dana asing lewat Surat Berharga Negara.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pada penutupan perdagangan di pasar spot, Jumat 17 Januari 2020, Rupiah bertahan di level Rp13.645 per USD.

Okezone merangkum fakta terkini terkait dengan pengutan Rupiah, Senin (20/1/2020):

1. Rupiah Salah Satu Mata Uang Terbaik di Asia

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut nilai tukar Rupiah sepanjang tahun 2019 terapresiasi sebesar 2,68%. Kurs Rupiah ditutup menguat pada level Rp13.880 per USD di penghujung tahun 2019.

Hal ini membuat Rupiah menjadi salah satu mata uang yang menguat di Kawasan Asia.

"Ini membuat jadi nilai tukar yang terbaik. Kalau di Asia tentu saja (nilai kurs Rupiah) di bawah Thailand, tapi hampir sama dengan Filipina," imbuhnya.

2. Masuknya Modal Asing

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, penguatan kurs Rupiah tak terlepas dari masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke Indonesia sebesar Rp224,2 triliun sepanjang tahun lalu.

Penguatan kurs Rupiah terdorong masuknya dana asing lewat Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp168,6 triliun, portofolio saham sebesar Rp50 triliun, obligasi korporasi sebesar Rp3 triliun, serta ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp2,6 triliun.

"Jadi Alhamdulillah kita tutup tahun 2019 dengan capaian suatu stabilitas eksternal yang terjaga dengan aliran modal asing masuk yang cukup besar," ujarnya.

3. Sri Mulyani Belum Mempengaruhi APBN

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan, penguatan nilai tukar Rupiah yang kini berada pada level Rp13.600-an per USD, belum memengaruhi APBN terutama penerimaan migas. Tapi, Kemenkeu akan terus mencermati kondisi yang berkaitan dengan anggaran negara.

"Ya kan kita masih akan lihat satu tahun ini. Biasa dinamika nilai tukar kita akan terus menghitung berdasarkan perkembangan dari ekonomi dalam negeri dan global," ujar dia di gedung Dewan Perwakilan Daerah

(DPD) Jakarta, Selasa (14/1/2020).

4. Kemenkeu Masih Mencermati Perkembangan Ekonomi Global

Sri Mulyani menuturkan, penguatan nilai tukar Rupiah ini, Kemenkeu masih terus mencermati perkembangan geopolitik dan perekonomian global yang dapat mempengaruhi nilai kurs.

"Kami berharap perang dagang Amerika Serikat dan China Republik akan ada titik terang. Pasalnya hal itu akan berimbas pada arus modal masuk atau capital inflow di Tanah Air," ungkap dia.

Penguatan Rupiah juga masih harus dilihat dari sisi dalam negeri yakni defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang masih terus menghantui.


"Jadi, semua faktor itu dinilai akan terus dipantau, agar melihat perkembangan dari pengelolaan APBN selama satu tahun ini. Terutama ke penerimaan negara," katanya.

Sumber: okezone

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

Fakta Rupiah Mata Uang Terbaik di Asia, Saat Ini di Rp13.645 per USD

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya